Langkah Presiden Prabowo Sambangi Negara-negara Produsen Minyak untuk Jaga Stabilitas Energi

AKURAT.CO Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, mengapresiasi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas harga energi nasional di tengah gejolak global.
Menurutnya, pemerintah melalui Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, melakukan berbagai upaya untuk memastikan pasokan minyak tetap aman. Termasuk menjalin komunikasi intensif dengan negara-negara produsen.
"Presiden dan Pak Bahlil pergi ke negara-negara produsen minyak agar suplainya masuk ke Indonesia dalam jumlah besar, sehingga harga BBM bersubsidi bisa dipertahankan. Pesan ini penting untuk disampaikan seluruh rakyat," kata Misbakhun, dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut menjadi penting mengingat kondisi geopolitik, khususnya di Timur Tengah, masih belum stabil dan berdampak pada lonjakan harga minyak dunia.
"Karena situasi itu, harga minyak menjadi naik. Di seluruh dunia naik. Hanya di Indonesia yang tidak naik, BBM bersubsidi," ujar Misbakhun.
Politisi Partai Golkar itu menilai komitmen pemerintah untuk menjaga harga BBM bersubsidi merupakan bagian dari upaya melindungi daya beli masyarakat.
Bahkan, pemerintah berupaya menahan kenaikan harga hingga akhir tahun, meski harga minyak global berpotensi tembus USD100 per barel.
Selain BBM, Misbakhun juga menyoroti stabilitas harga Elpiji 3 kilogram yang tetap terjangkau bagi masyarakat. Di tengah kenaikan harga Elpiji nonsubsidi, gas melon tersebut masih berada di kisaran Rp22 ribu per tabung.
"Artinya, pemerintah berusaha agar rakyatnya tidak mengalami kesulitan," katanya.
Lebih lanjut, Misbakhun menyebut kebijakan subsidi pemerintah tidak hanya terbatas pada energi. Tetapi juga mencakup berbagai sektor lain seperti listrik, Kredit Usaha Rakyat (KUR), iuran BPJS Kesehatan, hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Baca Juga: Subsidi Jaga Harga BBM Tak Naik, Misbakhun: Bentuk Nyata Kehadiran Negara untuk Rakyat
Anggaran yang digelontorkan negara untuk menjaga kesejahteraan masyarakat mencapai angka yang sangat besar.
"Bukan ratusan juta atau ratusan miliar, melainkan ratusan triliun," kata Misbakhun.
Langkah-langkah tersebut dinilai menjadi strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, sekaligus meredam dampak tekanan global terhadap masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









