Tiga Orang Meninggal Dunia Sejak Hantavirus Masuk Indonesia pada 2024

AKURAT.CO Sebanyak 23 kasus Hantavirus terkonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan selama periode 2024 sampai 2026 pekan ini.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan, dari total jumlah kasus, sebanyak tiga orang meninggal dunia dan 20 lainnya dinyatakan telah sembuh.
Data yang tercatat, Hantavirus menyebar di sembilan provinsi. Yakni enam kasus di Jakarta dan DI Yogyakarta, dan lima kasus di Jawa Barat.
Sedangkan provinsi lainnya yaitu Sumatera Barat, Banten, Kalimantan Barat, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur dengan jumlah masing-masing satu kasus.
"Ini situasi nasional. Ada 23 positif, tiga kematian, sisanya sembuh. Sisa dua kasus suspek sudah terkonfirmasi negatif," ujar Aji, dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026).
Baca Juga: Waspada Gejala Hantavirus yang Mirip Flu, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Dengan jumlah tersebut, cas fatality rate (CFR) Hantavirus di Indonesia tercatat 13 persen. Adapun, tren kasus terkonfirmasi berdasarkan tahun lapor yaitu terbayak terjadi pada 2025 dengan jumlah 17 kasus, tahun 2024 dengan satu kasus, dan tahun 2026 terkonfirmasi lima kasus.
Menurut Aji, semua kasus konfirmasi mengarah ke Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Dengan kata lain, Strain Seoul Virus Temuan Hantavirus pada reservoir (tikus) yang telah ditemukan di 29 provinsi (Studi Rikhus Vektora oleh BBLKL Salatiga)
Dalam hal ini, faktor risiko seperti kontak dengan tikus/cecurut terinfeksi atau ekskresi dan sekresi penilaian risiko Indonesia tahun 2025 importasi kasus tipe HPS pada manusia yaitu Sedang.
Penambahan kasus tipe HFRS pada manusia yaitu tinggi kematian sebab lain karena ko-infeksi lepto, kanker hati, dan kegagalan multiorgan.
Baca Juga: Atasi Wabah Hantavirus, WHO Turun Tangan Evakuasi di Kepulauan Canary
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







