Kemenkes: Belum Ada Bukti Ilmiah Obat Herbal Bisa Sembuhkan TBC

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan menepis isu yang tengah ramai di media sosial, bahwa herbal bisa digunakan sebagai obat tuberkulosis (TBC). Kemenkes memastikan pengobatan TBC tidak bisa digantikan dengan herbal.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, mengatakan tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Karena itu, dalam penanganannya harus menggunakan antibiotik khusus yang telah teruji secara ilmiah.
Dia menekankan, pengobatan TBC tidak bisa digantikan dengan herbal. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa herbal mampu menyembuhkan TBC.
Baca Juga: Eliminasi TBC di 2030, Pemda Diminta Cantumkan Indikator TBC dalam RPJMD dan Renstra
"Penyakit TBC dapat disembuhkan hanya dengan meminum obat antibiotik yang spesifik membunuh bakteri penyebab TBC, yaitu obat anti-TBC atau OAT, yang telah terbukti secara ilmiah tentang keamanan, kualitas, dan khasiatnya," kata Widyawati dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, penggunaan obat herbal bisa berisiko bagi pasien. Terlebih lagi, jika pasien meninggalkan pengobatan medis maka dikhawatirkan penyakit akan menjadi lebih berat.
"Perlu dipahami bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa obat herbal dapat menyembuhkan TBC. Jika pasien hanya mengandalkan herbal tanpa menjalani pengobatan standar, bakteri TBC dapat berkembang di dalam tubuh," ucapnya.
Kendati demikian, penggunaan herbal tidaklah dilarang. Namun, dapat digunakan sebagai pendamping guna membantu menjaga daya tahan tubuh atau mengurangi efek samping obat, dengan catatan tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
"Penggunaan herbal sebaiknya hanya sebagai pendamping dan tetap harus dikonsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan," ujarnya
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala TBC, seperti batuk lebih dari dua minggu, demam, keringat malam, atau penurunan berat badan.
Baca Juga: Cara Mencegah Penularan TBC pada Anak Menurut Dokter, Ini Langkah Pentingnya
"Apabila mengalami gejala TBC seperti batuk lebih dari 2 minggu, demam, berkeringat di malam hari, atau penurunan berat badan, segera periksa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan," ujarnya.
Kemenkes menegaskan, TBC bisa disembuhkan selama pasien menjalani pengobatan dengan benar dan tuntas. Obat anti-TBC juga tersedia gratis di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.
"Diharapkan masyarakat tidak salah kaprah dalam memilih pengobatan dan tetap mengutamakan terapi medis yang telah terbukti efektif," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










