Akurat Logo

Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 15 Mei 2026

Titania Isnaenin | 15 Mei 2026, 10:39 WIB
Hari Ini Tanggal Berapa Hijriah? Cek Kalender Islam 15 Mei 2026
Kalender Islam 15 Mei 2026.

AKURAT.CO Banyak umat Muslim mencari informasi tanggal Hijriah setiap hari untuk mengetahui penanggalan Islam terbaru.

Kalender Hijriah menjadi acuan penting dalam berbagai ibadah, mulai dari puasa sunnah, hari besar Islam, hingga kegiatan keagamaan lainnya.

Lalu, hari ini 15 Mei 2026 bertepatan dengan tanggal berapa dalam kalender Islam menurut pemerintah dan Muhammadiyah?

Tanggal Hijriah Hari Ini 15 Mei 2026

Berdasarkan kalender resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia atau Kemenag, tanggal 15 Mei 2026 bertepatan dengan 28 Dzulqa’dah 1447 Hijriah.

Sementara itu, menurut kalender resmi Muhammadiyah, tanggal 15 Mei 2026 juga jatuh pada 28 Dzulqa’dah 1447 Hijriah. Pada tanggal ini, tidak terdapat perbedaan penetapan kalender Islam antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Mengenal Bulan Dzulqa’dah dalam Kalender Islam

Dzulqa’dah merupakan bulan ke-11 dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram dalam Islam. Bulan haram adalah bulan yang dimuliakan dan memiliki keistimewaan tersendiri dalam ajaran Islam.

Pada bulan Dzulqa’dah, umat Muslim dianjurkan memperbanyak amal ibadah seperti puasa sunnah, sedekah, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa.

Dalam sejarah Islam, bulan ini dikenal sebagai masa yang dihormati karena peperangan dilarang dilakukan.

Selain itu, Dzulqa’dah juga menjadi bulan persiapan menjelang datangnya Dzulhijjah, bulan pelaksanaan ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha.

Perbedaan Kalender Hijriah Kemenag dan Muhammadiyah

Meskipun pada 15 Mei 2026 kalender Hijriah versi pemerintah dan Muhammadiyah sama, masyarakat Indonesia sering menemukan adanya perbedaan penetapan awal bulan Islam pada momen tertentu.

Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan awal bulan Hijriah menggunakan metode hisab dan rukyatul hilal.

Pemerintah biasanya menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah berdasarkan hasil pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia.

Di sisi lain, Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal. Metode ini memakai perhitungan astronomi untuk menentukan pergantian bulan Hijriah tanpa menunggu pengamatan hilal secara langsung.

Perbedaan metode tersebut terkadang membuat awal puasa Ramadan, Hari Raya Idul Fitri, maupun Idul Adha berbeda antara pemerintah dan Muhammadiyah.

Namun dalam banyak kesempatan, keduanya juga bisa menetapkan tanggal yang sama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.