Akurat Logo

Presiden Prabowo: Jangan Ada Polisi hingga Tentara Jadi Beking Judi dan Narkoba

Moehamad Dheny Permana | 16 Mei 2026, 22:14 WIB
Presiden Prabowo: Jangan Ada Polisi hingga Tentara Jadi Beking Judi dan Narkoba
Presiden Prabowo Subianto.

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pembenahan total di tubuh aparat penegak hukum demi menjaga kepercayaan rakyat terhadap negara.

Kepala Negara meminta seluruh aparat, mulai dari hakim, jaksa, polisi, hingga tentara berani melakukan koreksi diri dan membersihkan institusi dari praktik penyelewengan serta korupsi.

Pesan tegas itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

“Seluruh aparat harus memperbaiki diri. Kejaksaan, kepolisian, tentara harus koreksi diri dan menghilangkan penyelewengan serta korupsi dari tubuh masing-masing,” tegas Prabowo.

Presiden menekankan aparat negara tidak boleh justru menjadi pelindung praktik-praktik ilegal yang merugikan masyarakat.

Ia secara khusus menyoroti keterlibatan oknum aparat dalam perjudian, narkoba, hingga penyelundupan.

“Saya ulangi, jangan justru aparat yang berada di belakang penyelewengan. Aparat backing penyelundupan, backing narkoba, backing judi,” ujar Presiden.

Menurut Prabowo, aparat yang bersih menjadi syarat utama terciptanya pelayanan publik yang adil dan berpihak kepada rakyat, termasuk bagi kaum buruh dan masyarakat kecil.

Baca Juga: Habiburokhman Soroti Kasus Eks ART Erin: Penggunaan UU PDP Tidak Tepat, Jangan Kriminalisasi Rakyat Kecil

Ia juga menilai reformasi internal di tubuh aparat sebenarnya sudah mulai berjalan melalui langkah-langkah yang dilakukan pimpinan TNI dan Polri.

Namun, pembenahan tersebut harus terus diperkuat agar institusi penegak hukum semakin profesional dan dipercaya masyarakat.

Prabowo kemudian mengingatkan kembali jati diri aparat negara sebagai pelayan rakyat, bukan pihak yang justru menyalahgunakan kewenangan.

“Atas nama rakyat, jadilah tentara rakyat, jadilah polisi yang dicintai rakyat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga meresmikan Museum Pahlawan Nasional Marsinah yang dibangun di atas lahan seluas 938,6 meter persegi. Kompleks tersebut terdiri atas gedung museum dan rumah singgah.

Museum itu menyimpan berbagai barang peninggalan Marsinah, mulai dari sepeda ontel semasa sekolah, seragam kerja pabrik, tas, dompet, ijazah, hingga piagam penghargaan dari organisasi buruh.

Koleksi tersebut menggambarkan perjalanan hidup Marsinah, dari masa kecilnya di Nganjuk hingga perjuangannya sebagai buruh pabrik di Sidoarjo yang kemudian menjadi simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.