Akurat Logo

Prabowo: Jangan Kagumi Bangsa yang Kaya dari Merampas Kekayaan Negara Lain

Moehamad Dheny Permana | 20 Mei 2026, 13:51 WIB
Prabowo: Jangan Kagumi Bangsa yang Kaya dari Merampas Kekayaan Negara Lain
Presiden Prabowo Subianto.

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan mendalam mengenai kedaulatan ekonomi dan mentalitas bangsa saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dalam pidatonya, Kepala Negara mengajak seluruh elemen bangsa untuk memiliki keberanian besar dalam menghadapi berbagai ujian nasional saat ini.

"Marilah kita berani menghadapi masalah walaupun itu merupakan tantangan, hambatan, ataupun kekurangan,” ujar Prabowo, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Presiden Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen pada 2027, Jarak Kaya dan Miskin Harus Menyempit

Dia menegaskan, fondasi ekonomi Indonesia sebenarnya sudah dirancang dengan sangat matang oleh para pendahulu yang memiliki pengalaman berharga melawan kolonialisme.

"Tentang pengelolaan ekonomi negara kita, sesungguhnya telah dirumuskan oleh para pendiri-pendiri bangsa kita. Para pendiri bangsa-bangsa kita bukan orang-orang yang lugu atau naif," tuturnya.

Prabowo kemudian mengingatkan kembali memori kelam masa lalu, di mana rakyat Indonesia mengalami penindasan hebat yang meruntuhkan harga diri sebagai sebuah bangsa merdeka.

"Mereka merasakan penjajahan, mereka merasakan dijajah, mereka merasakan dihina, mereka merasakan diperbudak, mereka merasakan dirampas kehormatan, dirampas harga diri, dirampas dignity bangsa indonesia, mereka menyaksikan dan merasakan dihilangkan segala kehormatan, segala kepercayaan diri kepada bangsa, kepada budaya, kepada sejarah kita, mereka merasakan apa artinya imperialisme itu," terangnya.

Dia secara blak-blakan menggambarkan betapa rendahnya posisi masyarakat Indonesia di mata kaum penjajah pada masa kolonialisme dahulu.

"Mereka merasakan bahwa bangsa Indonesia ditempatkan derajatnya di bawah anjing. Mereka melihat dan merasakan kekayaan nusantara diambil oleh penjajah-penjajah kita untuk memperkaya mereka," tuturnya.

Baca Juga: Misbakhun: Langkah Presiden Prabowo Bacakan Langsung KEM-PPKF di DPR Jadi Tradisi Baru

Melihat realita sejarah tersebut, Mantan Menteri Pertahanan ini meminta masyarakat modern untuk tidak silau dengan kemewahan negara-negara maju yang memiliki rekam jejak eksploitasi.

"Hendaknya janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain. Janganlah kita rendah diri. Janganlah kita selalu mengagumi apa yang mereka ajarkan kepada kita padahal mereka sendiri tidak menjalankan apa yang mereka ajarkan kepada kita," jelasnya.

Kendati melayangkan kritik tajam, Presiden meluruskan bahwa pandangannya tersebut sama sekali bukan bentuk provokasi untuk memusuhi komunitas internasional.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.