Akurat Logo

Perpustakaan Harus Jadi Jangkar Akal Sehat di Era Digital

Okto Rizki Alpino | 20 Mei 2026, 21:50 WIB
Perpustakaan Harus Jadi Jangkar Akal Sehat di Era Digital
Ilustrasi perpustakaan.

AKURAT.CO Perpustakaan harus mampu bertransformasi, di tengah derasnya arus informasi digital dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang serba cepat. Sehingga, perpustakaan tetap relevan sebagai pusat pengetahuan yang kredibel dan berkualitas.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, mengatakan masyarakat kini cenderung memperoleh informasi instan melalui media sosial dan berbagai platform digital.

"Di tengah banjir informasi digital, perpustakaan harus menjadi jangkar akal sehat dan ruang lahirnya warga yang kritis serta beradab," kata Nasruddin saat dihubungi di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Perpustakaan Jakarta Kini Jadi Ruang Kreatif dan Interaksi Anak Muda

Selain perubahan perilaku masyarakat, perpustakaan daerah juga menghadapi sejumlah tantangan lain.

Di antaranya percepatan transformasi digital layanan perpustakaan, peningkatan literasi digital masyarakat agar mampu memilah informasi yang benar dan terhindar dari hoaks, hingga keterbatasan anggaran untuk pengembangan infrastruktur teknologi.

Tantangan lainnya yang juga dihadiri adalah kemampuan sumber daya manusia perpustakaan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

Baca Juga: Minat Baca Warga Jakarta Meningkat, Kunjungan Perpustakaan Tembus 614 Ribu Orang

"Perpustakaan juga harus bersaing dengan berbagai platform hiburan digital dalam merebut perhatian publik di tengah era attention economy," terangnya.

Meski demikian, era digital juga membuka peluang besar bagi perpustakaan untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Peluang itu dapat dilakukan melalui pengembangan layanan hybrid, koleksi digital, dan program literasi berbasis teknologi.

"Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jakarta terus mendorong perpustakaan agar tidak hanya hadir sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai kurator pengetahuan dan penguat kemampuan berpikir kritis masyarakat," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.