Menhub Masih Tunggu Investigasi KNKT Soal Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: Kami Tak Ingin Berspekulasi

AKURAT.CO Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan pemerintah masih menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait tragedi kecelakaan kereta api (KA) di Bekasi Timur.
Pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab insiden tersebut. Dia juga memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional.
"Sejak awal, sikap pemerintah jelas: keselamatan adalah prioritas utama. Namun pada saat yang sama, pemerintah juga harus berhati-hati dalam menyampaikan kesimpulan," kata Dudy, rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Proyek DDT Bekasi Harus Dipercepat, Komisi V DPR: Tak Perlu Tunggu Rekomendasi KNKT
Menurutnya, pemerintah tidak ingin berspekulasi ataupun menyederhanakan persoalan dengan langsung menyalahkan pihak tertentu sebelum seluruh fakta dan analisis teknis selesai diperiksa.
"Kami tidak ingin mendahului hasil penyelidikan resmi, kami juga tidak ingin berspekulasi. Kami tidak ingin menyederhanakan persoalan dengan menunjuk atau menyalahkan pihak tertentu sebelum seluruh fakta, data, rekaman, keterangan, dan analisis teknis telah selesai diperiksa oleh lembaga yang berwenang," ujarnya.
Karena itu, pemerintah menunggu hasil penyelidikan KNKT sebagai dasar untuk menentukan langkah korektif dan kebijakan lanjutan. Sehingga, rekomendasi keselamatan dilakukan secara disiplin oleh seluruh pihak terkait.
Meski belum menyampaikan kesimpulan, Dudy memastikan pemerintah tetap bergerak cepat sejak insiden terjadi. Kementerian Perhubungan bersama sejumlah instansi disebut langsung melakukan penanganan korban, pengamanan lokasi, hingga pemeriksaan teknis awal.
"Namun, sikap tidak berspekulasi bukan berarti pemerintah pasif," katanya.
Dia menyebut koordinasi dilakukan bersama Basarnas, KNKT, PT KAI, KCI, Polri, TNI, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait lainnya untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
Selain penanganan jangka pendek, Kemenhub juga akan memperkuat evaluasi sistem keselamatan perkeretaapian secara nasional, mulai dari aspek operasional hingga pengawasan perlintasan sebidang.
"Kementerian Perhubungan juga memandang bahwa keselamatan perkeretaapian harus terus diperkuat melalui evaluasi menyeluruh," ujar Dudy.
Evaluasi tersebut mencakup aspek operasional, kondisi prasarana, kelaikan sarana, sistem persinyalan, prosedur darurat, kompetensi SDM, manajemen risiko, pengawasan perlintasan sebidang, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan di luar sektor perkeretaapian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









