Presiden Prabowo Reformasi Tata Kelola Ekspor SDA, Danantara Jadi Konsolidator Nasional

AKURAT.CO Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai melakukan reformasi tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) strategis nasional, dengan mengonsolidasikan ekspor sejumlah komoditas melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Kebijakan baru tersebut mencakup ekspor komoditas seperti batu bara, kelapa sawit hingga ferro alloy. Yang nantinya dilakukan melalui penugasan resmi negara kepada PT Danantara Sumberdaya Indonesia.
Pemerintah menilai langkah tersebut bukan sekadar perubahan administratif, melainkan bagian dari strategi untuk menutup celah kebocoran nilai ekspor dan menjaga kekayaan alam nasional. Agar tidak terus mengalir ke luar negeri secara terselubung.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Fithra Faisal Hastiadi, mengatakan, kebijakan itu berangkat dari amanat Pasal 33 UUD 1945 terkait penguasaan negara atas sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat.
"Intinya kita ingin mempertahankan kekayaan negara kita melalui konsolidasi ekspor lewat Danantara Sumberdaya Indonesia. Esensinya adalah perbaikan tata kelola ekspor," ujar Fithra, dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Evaluasi Iklim Investasi usai Surat Kadin China ke Presiden Prabowo
Menurutnya, pemerintah selama ini masih menemukan praktik perdagangan ekspor yang menyebabkan penerimaan negara tidak optimal, salah satunya melalui skema under-invoicing.
Fithra menjelaskan, praktik under invoicing dilakukan dengan melaporkan nilai barang ekspor lebih rendah dari harga sebenarnya dalam dokumen perdagangan, sehingga sebagian keuntungan tidak tercatat di Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga menyoroti praktik transfer pricing, yakni penjualan komoditas ke perusahaan afiliasi di luar negeri dengan harga di bawah standar pasar internasional.
Setelah komoditas tiba di negara tujuan, perusahaan afiliasi tersebut kemudian menjual kembali dengan harga global sehingga keuntungan lebih banyak tercatat di negara lain yang memiliki tarif pajak lebih rendah.
"Yang terjadi adalah pencatatan nilai ekspor di bawah harga seharusnya. Akibatnya, keuntungan lebih banyak direalisasikan di negara lain yang tarif pajaknya lebih rendah," jelas Fithra.
Baca Juga: Pujian Prabowo untuk Megawati dan PDIP Jadi Upaya Redam Gejolak Politik
Ia menyebut pola perdagangan semacam itu membuat nilai kekayaan sumber daya alam Indonesia tidak tercermin sepenuhnya dalam catatan ekspor nasional.
"Ada perusahaan yang sebenarnya tidak memiliki produknya, tetapi justru tercatat mengekspor barang tersebut ke negara lain. Di situ kekayaan negara kita diambil," ujarnya.
Di sisi lain, Fithra menilai konsolidasi ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia juga akan memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan komoditas global.
Menurutnya, data perdagangan yang lebih akurat akan membuat Indonesia memiliki pengaruh lebih besar dalam menentukan harga dan arah perdagangan sumber daya alam strategis.
"Ini adalah instrumen strategis untuk memperkuat posisi tawar negara, memperbaiki integritas data perdagangan," kata Fithra.
Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat memastikan nilai ekonomi komoditas Indonesia benar-benar tercatat sebagai ekspor nasional. Bukan dinikmati negara lain melalui praktik perdagangan lintas afiliasi.
Baca Juga: Komisi III Dukung Prabowo Sikat Aparat yang Bekingi Koruptor
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








