Akurat Logo

Prabowo Pilih Ciptakan Lapangan Kerja Ketimbang Bangun Kantor Megah: Rakyat Butuh Pekerjaan

Moehamad Dheny Permana | 23 Mei 2026, 23:44 WIB
Prabowo Pilih Ciptakan Lapangan Kerja Ketimbang Bangun Kantor Megah: Rakyat Butuh Pekerjaan
Presiden Prabowo Subianto.

AKURAT.CO Presiden RI Prabowo Subianto, menegaskan, pemerintah akan memprioritaskan program-program produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dibanding memperbanyak pembangunan gedung perkantoran.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Prabowo, pembangunan kantor pemerintahan tetap diperlukan untuk menunjang pelayanan publik.

Namun, keberadaan gedung yang megah harus dibarengi dengan produktivitas dan hasil nyata yang dirasakan masyarakat.

“Maaf, kita sekarang agak tunda bangun banyak kantor. Kantor itu perlu, tetapi jangan ada kantor yang tidak menghasilkan produktivitas,” kata Prabowo.

Ia menilai ukuran keberhasilan pembangunan bukan terletak pada kemegahan infrastruktur semata, melainkan manfaat ekonomi yang mampu dihasilkan bagi rakyat.

“Kantor megah, produknya tidak ada. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus, tetapi produknya bagus, hasilnya banyak,” ujarnya.

Prabowo menegaskan kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah tersedianya lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan.

Karena itu, pemerintah akan terus mendorong program-program yang memiliki dampak langsung terhadap penciptaan kesempatan kerja.

Baca Juga: Pemilahan Sampah Jakarta Belum Optimal, Pemprov Harus Antisipasi Dampak RDF Rorotan

“Penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memberikan apresiasi terhadap pengembangan kawasan tambak modern BUBK Kebumen yang dinilai berhasil menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, keberadaan kawasan budidaya udang tersebut telah menyerap ratusan tenaga kerja lokal dan menjadi contoh pembangunan produktif yang patut dikembangkan di berbagai daerah.

“Ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang bisa diserap,” katanya.

Saat berdialog dengan pengelola, Prabowo mendapat informasi bahwa sebanyak 650 pekerja yang terlibat di kawasan tersebut merupakan warga lokal.

“Enam ratus lima puluh orang bekerja dan semuanya orang setempat,” ujarnya.

Sebagai informasi, BUBK Kebumen diresmikan pada 9 Maret 2023 dan kini telah memasuki siklus budidaya kedelapan. Sebanyak 139 kolam produksi dilaporkan beroperasi secara optimal.

Keberhasilan proyek tersebut mendorong pemerintah menyiapkan pengembangan kawasan budidaya serupa dengan skala yang lebih besar di Waingapu, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan nasional sekaligus membuka lapangan kerja baru di daerah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.