Diterpa Masalah Keluarga, Gadis Kembar Asal Trenggalek Tetap Optimis Raih Cita-cita Lewat Sekolah Rakyat

AKURAT.CO Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi sejumlah anak yang mengalami masalah keluarga, agar selalu optimistis meraih cita-cita di masa depan.
Seperti yang dirasakan gadis kembar asal Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Nur Khusnul Khotimah dan Nur Uswatun Khasanah. Nasibnya kurang beruntung karena kehilangan kasih sayang sang ibu.
Imah dan Sanah, panggilan keduanya, pun memilih menimba ilmu jenjang sekolah menengah pertama di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 50 Trenggalek.
Baca Juga: Putus Rantai Kemiskinan Sejak Dini, Kemensos Ajak Pemda Sukseskan Program Sekolah Rakyat
Pilihan tersebut dinilai tepat, karena sang ayah Agus Sugono sehari-hari berjualan cimol di Alun-Alun Trenggalek dengan penghasilan tak menentu.
Sementara itu, Karyatun, sang ibu disinyalir bekerja di luar kota. Imah dan Sanah sudah lama sekali tidak berjumpa dengan Karyatun.
"Terakhir ketemu masih kelas 4 SD. Habis itu enggak pernah ketemu lagi," kata Imah, Senin (25/5/2026).
Sejak saat itu, Imah dan Sanah hanya tinggal dengan sang ayah dan adiknya. Imah bercerita, sikap ibunya pun berubah setelah bekerja di luar kota.
Sang ibu tak pernah mengirimkan uang untuk keluarganya. Bahkan, Imah mengungkapkan, ibunya pun bersikap tak acuh kepada anak-anaknya.
Suatu ketika sang ibu kembali kampung halaman tempat mereka berdomisili. Namun, Karyatun lebih memilih tinggal di rumah orangtuanya di satu wilayah yang sama. Imah dan Sanah sudah mencoba untuk menemui ibunya itu, tetapi kehadiran mereka ditolak.
Baca Juga: Mensos Minta Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat Dipercepat, Tapi Tetap Tepat Sasaran
"Ibu enggak mau ketemu kita. Terus ibuku tuh katanya ngomong ke orang-orang enggak kenal sama kita. Kita udah dibuang seperti sampah, gitu katanya orang-orang," ujar Imah dengan suara bergetar.
Meski kondisi keluarganya tak lagi utuh, Imah dan Sanah tidak ingin larut terlalu lama dalam kesedihan. Mereka pun memilih bangkit dan bersemangat dalam menyelesaikan pendidikan formal.
Mereka memiliki cita-cita yang sama, yakni menjadi pengusaha. Keduanya ingin membantu sang ayah agar memilki kehidupan dan kondisi ekonomi yang lebih baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







