TEP 2026 Banjir Peminat, Kementrans Siapkan SDM Unggul untuk Mengabdi ke Masyarakat

AKURAT.CO Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang digagas Kementerian Transmigrasi mendapat antusiasme luar biasa dari anak muda. Sebanyak 10.539 peserta resmi mendaftar untuk mengikuti seleksi program pengabdian di kawasan transmigrasi, melalui 10 perguruan tinggi mitra.
Program ini disiapkan untuk memperkuat sumber daya manusia unggul di kawasan transmigrasi, sekaligus menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sebagai bagian dari transformasi transmigrasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami ingin yang terbaik dari yang terbaik, sehingga yang datang ke kawasan transmigrasi itu betul-betul adalah SDM unggul yang terseleksi oleh universitas terbaik," kata Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, usai Rapat Pleno Hasil Penilaian dan Usulan Tim Ekspedisi Patriot 2026, dikutip Rabu (27/5/2026).
Baca Juga: Pelajar RI di Paris Antusias Sambut Kehadiran Presiden Prabowo
Sebanyak 10 ribu pendaftar anggota TEP berasal dari Universitas Indonesia (UI) sebanyak 1.249 pendaftar, Universitas Gadjah Mada (UGM) 1.187 pendaftar, Universitas Hasanuddin (Unhas) 1.181 pendaftar, Universitas Airlangga (Unair) 1.157 pendaftar.
Kemudian dari Institut Pertanian Bogor (IPB) sebanyak 1.075 pendaftar, Universitas Brawijaya (UB) 1.014 pendaftar, Universitas Diponegoro (Undip) 972 pendaftar, Universitas Padjadjaran (Unpad) 952 pendaftar, Institut Teknologi Bandung (ITB) 872 pendaftar, serta Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebanyak 700 pendaftar.
Iftitah mengatakan, tingginya minat generasi muda menunjukkan semakin kuatnya kesadaran untuk ikut terlibat langsung dalam pembangunan kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Indonesia tidak kekurangan potensi, Indonesia kaya. Yang dibutuhkan adalah sumber daya manusia unggul yang hadir di kawasan-kawasan transmigrasi," ujarnya.
Peserta TEP 2026 berasal dari berbagai disiplin ilmu strategis, mulai dari pertanian, kehutanan, perikanan, energi terbarukan, kebencanaan, teknik lingkungan, tata ruang, hingga ilmu sosial dan pengembangan masyarakat.
Baca Juga: Program Magang Nasional 2026 Dibuka, Targetkan 150 Ribu Peserta dan Upah Setara UMR
Keberagaman keilmuan tersebut disiapkan untuk membangun kawasan transmigrasi secara komprehensif dan berkelanjutan.
Pada awal Juni mendatang akan dilakukan seleksi, setelah itu akan ada pembekalan di setiap kampus yang akan menekankan pada aspek lingkungan. Setelah menjalani serangkaian seleksi dan pembekalan, Tim Ekspedisi Patriot 2026 akan diberangkatkan ke 53 kawasan transmigrasi pada akhir Juli.
"Sehingga mereka bisa betul-betul memiliki satu survival mode menghadapi luar biasa kekayaan Indonesia ini beserta dengan tantangannya, bencana, kemudian laut, kemudian juga tantangan-tantangan lainnya. Jadi nanti kami akan juga berikan pelatihan-pelatihan termasuk belajar juga dari tahun lalu, aspek kesehatan juga kami akan sangat perhatikan, baru nanti akan ada pembekalan, sekitar akhir Juli sebelum nanti mereka kami lepas," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







