Prabowo Diminta Kurangi Kunjungan Luar Negeri, Bisa Manfaatkan Teknologi agar Lebih Efisien

AKURAT.CO Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Dino Patti Djalal, mengusulkan agar Presiden RI Prabowo Subianto memanfaatkan teknologi komunikasi untuk menjalin hubungan dengan para pemimpin dunia.
Dalam unggahan video di media sosialnya, dia menilai intensitas perjalanan luar negeri Prabowo sejak menjabat sebagai presiden tergolong tinggi dan telah menjadi perhatian publik.
"Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan luar negeri. Semenjak menjabat menjadi Presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri," kata Dino, dikutip Minggu (31/5/2026).
Baca Juga: Dino Patti Djalal Minta Prabowo Kurangi Kunjungan Luar Negeri: Jangan Anggap Remeh Jeritan Rakyat
Menurut Dino, tingginya frekuensi lawatan internasional tersebut memunculkan anggapan di masyarakat bahwa aktivitas perjalanan Presiden sudah berada di luar kebiasaan yang lazim dilakukan kepala negara.
Dia juga menyoroti besarnya anggaran yang harus dikeluarkan negara untuk setiap kunjungan kenegaraan ke luar negeri. Biaya tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari tim pendahulu, transportasi udara, akomodasi, logistik, pengamanan, hingga kebutuhan delegasi.
"Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar puluhan, bahkan ratusan miliar," katanya.
Sebagai solusi, dia menawarkan sejumlah langkah untuk meningkatkan efisiensi diplomasi Indonesia. Salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan video conference atau sambungan telepon dalam menjaga komunikasi dengan para pemimpin negara sahabat.
Menurut dia, sebagian besar pertemuan bilateral pada dasarnya hanya berlangsung singkat untuk membahas isu-isu utama, sementara rangkaian kegiatan lainnya lebih banyak bersifat seremonial.
"Dengan satu video call yang bernilai nol rupiah, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan ke luar negeri," tuturnya.
Baca Juga: Kedekatan Prabowo dengan Pemimpin Dunia Jadi Modal Strategis Diplomasi Indonesia
Selain itu, dia menyarankan agar setiap kunjungan Presiden ke forum internasional dimanfaatkan untuk menggelar lebih banyak pertemuan bilateral sekaligus. Dia mengusulkan konsep 1 plus 8, yakni satu perjalanan internasional yang dibarengi delapan pertemuan dengan pemimpin negara lain.
Dino juga mendorong agar agenda perjalanan luar negeri Presiden direncanakan secara lebih matang dan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Transparansi penting untuk meningkatkan pemahaman publik terhadap tujuan dan manfaat setiap kunjungan.
Dia turut mengusulkan agar Indonesia lebih sering menjadi tuan rumah kunjungan kepala negara asing dibandingkan Presiden harus melakukan banyak perjalanan ke luar negeri. Sebagai contoh, Presiden China Xi Jinping yang lebih sering menerima tamu negara di negaranya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






