Akurat Logo

Prabowo Diminta Kurangi Kunjungan Luar Negeri, Bisa Manfaatkan Teknologi agar Lebih Efisien

Putri Dinda Permata Sari | 1 Juni 2026, 01:12 WIB
Prabowo Diminta Kurangi Kunjungan Luar Negeri, Bisa Manfaatkan Teknologi agar Lebih Efisien
Presiden Prabowo Subianto

AKURAT.CO Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Dino Patti Djalal, mengusulkan agar Presiden RI Prabowo Subianto memanfaatkan teknologi komunikasi untuk menjalin hubungan dengan para pemimpin dunia.

Dalam unggahan video di media sosialnya, dia menilai intensitas perjalanan luar negeri Prabowo sejak menjabat sebagai presiden tergolong tinggi dan telah menjadi perhatian publik.

"Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan luar negeri. Semenjak menjabat menjadi Presiden, satu dari enam hari dihabiskan beliau di luar negeri," kata Dino, dikutip Minggu (31/5/2026).

Baca Juga: Dino Patti Djalal Minta Prabowo Kurangi Kunjungan Luar Negeri: Jangan Anggap Remeh Jeritan Rakyat

Menurut Dino, tingginya frekuensi lawatan internasional tersebut memunculkan anggapan di masyarakat bahwa aktivitas perjalanan Presiden sudah berada di luar kebiasaan yang lazim dilakukan kepala negara.

Dia juga menyoroti besarnya anggaran yang harus dikeluarkan negara untuk setiap kunjungan kenegaraan ke luar negeri. Biaya tersebut mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari tim pendahulu, transportasi udara, akomodasi, logistik, pengamanan, hingga kebutuhan delegasi.

"Satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar puluhan, bahkan ratusan miliar," katanya.

Sebagai solusi, dia menawarkan sejumlah langkah untuk meningkatkan efisiensi diplomasi Indonesia. Salah satunya dengan memaksimalkan penggunaan video conference atau sambungan telepon dalam menjaga komunikasi dengan para pemimpin negara sahabat.

Menurut dia, sebagian besar pertemuan bilateral pada dasarnya hanya berlangsung singkat untuk membahas isu-isu utama, sementara rangkaian kegiatan lainnya lebih banyak bersifat seremonial.

"Dengan satu video call yang bernilai nol rupiah, negara praktis dapat menghemat ratusan miliar dari perjalanan ke luar negeri," tuturnya.

Baca Juga: Kedekatan Prabowo dengan Pemimpin Dunia Jadi Modal Strategis Diplomasi Indonesia

Selain itu, dia menyarankan agar setiap kunjungan Presiden ke forum internasional dimanfaatkan untuk menggelar lebih banyak pertemuan bilateral sekaligus. Dia mengusulkan konsep 1 plus 8, yakni satu perjalanan internasional yang dibarengi delapan pertemuan dengan pemimpin negara lain.

Dino juga mendorong agar agenda perjalanan luar negeri Presiden direncanakan secara lebih matang dan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Transparansi penting untuk meningkatkan pemahaman publik terhadap tujuan dan manfaat setiap kunjungan.

Dia turut mengusulkan agar Indonesia lebih sering menjadi tuan rumah kunjungan kepala negara asing dibandingkan Presiden harus melakukan banyak perjalanan ke luar negeri. Sebagai contoh, Presiden China Xi Jinping yang lebih sering menerima tamu negara di negaranya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.