Akurat Logo

Perdamaian Dunia Berawal dari Cinta Kasih dan Kebijaksanaan

Ayu Rachmaningtyas | 1 Juni 2026, 19:18 WIB
Perdamaian Dunia Berawal dari Cinta Kasih dan Kebijaksanaan
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar.

AKURAT.CO Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mengajak umat Buddha menjadikan peringatan Hari Tri Suci Waisak 2570 Buddhis sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam menebarkan kebajikan, mempererat persaudaraan, dan menjaga perdamaian dunia.

Menurut Nasaruddin, tema Waisak 2026, “Dharma Menjaga Perdamaian Dunia”, sangat relevan dengan kondisi global yang saat ini diwarnai berbagai konflik dan tantangan kemanusiaan.

“Dharma bukan sekadar ajaran, melainkan pelita kehidupan yang menuntun manusia untuk tetap teguh pada nilai-nilai kebenaran, moralitas, dan kebijaksanaan di tengah dinamika zaman, termasuk dalam menjaga perdamaian dunia,” ujar Menag dalam pesan Hari Tri Suci Waisak di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Ia menjelaskan, semangat menjaga perdamaian dunia sejatinya berawal dari hati setiap individu.

Karena itu, nilai cinta kasih harus menjadi fondasi utama dalam membangun kehidupan yang harmonis, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa, maupun dunia.

Menag juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjamin setiap warga negara dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya dengan aman, tenang, dan penuh khidmat.

Sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Saya memiliki tanggung jawab konstitusional untuk memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan penuh khidmat. Pada saat yang sama, merawat harmoni adalah tanggung jawab kita bersama sebagai sesama anak bangsa,” ungkapnya.

Baca Juga: Kekompakan Forkopimda Kunci Stabilitas dan Keberhasilan Pembangunan

Nasaruddin menekankan bahwa seluruh agama mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan yang luhur. Karena itu, kehidupan beragama harus menjadi kekuatan yang mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya.

“Agama hadir untuk memanusiakan manusia. Kebijaksanaan yang diajarkan dalam Buddha selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan universal yang menjadi fondasi kehidupan bersama. Cinta kasih harus terus menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan bangsa,” katanya.

Ia berharap peringatan Hari Tri Suci Waisak tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk memperkuat kerukunan, menjaga persatuan bangsa, dan mewujudkan perdamaian dunia.

“Selamat Hari Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhis. Semoga semua makhluk hidup berbahagia,” tutup Menag.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.