Penggantian Kepala BGN Dinilai Wajar, MBG Harus Lebih Fokus dan Tepat Sasaran

AKURAT.CO Penggantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah yang wajar dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan program-program pemerintah.
Begitu disampaikan Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago, menanggapi pencopotan Dadan Handayani dari kursi Kepala BGN yang digantikan dengan Nanik Sudaryati Deyang.
Penggantian tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sehingga tujuan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat tercapai secara optimal.
"Pergantian ini wajar dilakukan agar kontrol dan peningkatan kualitas SPPG menjadi lebih baik. Sehingga tujuan Program MBG dapat tercapai," ujar Irma, dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Politikus Partai Nasdem itu mengingatkan pentingnya fokus dalam implementasi Program MBG. Sejak awal, program tersebut seharusnya diprioritaskan untuk kelompok sasaran utama yakni anak sekolah, balita dan ibu hamil.
Baca Juga: Mensesneg Pastikan Program MBG Tetap Jalan di Tengah Pergantian Pimpinan BGN
"Saya sudah mengingatkan sejak awal agar fokus pada Program MBG untuk anak sekolah, balita dan ibu hamil. Tidak perlu melebar ke sasaran lain yang dapat mengurangi fokus pelaksanaan program," ujar Irma.
Irma berharap kepemimpinan baru di BGN mampu membawa perbaikan dalam pelaksanaan Program MBG dan memastikan target pemenuhan gizi masyarakat dapat tercapai sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Insya Allah ke depan harus lebih baik lagi. Tetap fokus dan mampu mencapai target pemenuhan gizi sebagaimana yang telah ditetapkan presiden," harapnya.
Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN setelah melalui proses evaluasi dan pemantauan selama sekitar satu setengah tahun.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan, keputusan tersebut diambil berdasarkan sejumlah catatan yang ditemukan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi BGN. Terutama terkait tata kelola dan pelaksanaan program.
Baca Juga: Prabowo Tinjau Program MBG di SMPN 111 Jakarta, Sempat Makan dan Bernyanyi Bersama Siswa
"Tentunya selama satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini, dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera untuk kita perbaiki," jelasnya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Menurut Prasetyo, salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kedisiplinan dalam menjalankan prosedur operasional standar (SOP) dan tata kelola lembaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








