Prihatin atas Dinamika BGN, Forum Jupnas Gizi Dukung Kepemimpinan Baru Perkuat Program Gizi Nasional

AKURAT.CO, Perkembangan terbaru di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menjadi sorotan hangat.
Langkah Presiden Prabowo Subianto yang merombak nakhoda BGN, ditambah kabar penjemputan mantan pimpinan lembaga tersebut oleh aparat penegak hukum, memancing perhatian berbagai pihak.
Salah satunya datang dari Forum Jurnalis Ketahanan Pangan dan Gizi Indonesia (Jupnas Gizi).
Merespons riuh rendah situasi tersebut, Jupnas Gizi menyatakan keprihatinan mendalam.
Baca Juga: Enggak Disiplin! Jadi Alasan Utama Dadan Dicopot dari Kepala BGN
Mereka berharap penuh agar proses hukum yang tengah bergulir dapat berjalan secara objektif, transparan, profesional, serta tetap memegang teguh asas praduga tak bersalah.
Bagaimanapun, supremasi hukum harus tetap dihormati sesuai rel aturan yang berlaku.
Sebagai wadah jurnalis yang pasang badan mengawal isu pangan dan gizi, Jupnas Gizi menilai stabilitas internal BGN adalah harga mati.
Hal ini krusial demi menjamin keberlanjutan agenda strategis negara, terutama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi pilar utama dalam mendongkrak kualitas SDM Tanah Air.
Tak lupa, apresiasi tinggi juga dialamatkan kepada jajaran pimpinan BGN terdahulu.
Dedikasi mereka dalam meletakkan batu pertama kelembagaan BGN serta mengawal program gizi nasional patut diacungi jempol.
Jupnas Gizi berharap badai dinamika ini sama sekali tidak mengendurkan pelayanan dan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Baca Juga: Mensesneg Pastikan Program MBG Tetap Jalan di Tengah Pergantian Pimpinan BGN
Ketua Umum Jupnas Gizi, Rival Achmad Labbaika, menegaskan bahwa momentum ini justru harus dijadikan titik balik untuk bersih-bersih dan memperkuat tata kelola kelembagaan, sekaligus mendongkrak mutu pelayanan publik di sektor gizi.
“Kami prihatin atas situasi yang sedang berkembang di Badan Gizi Nasional. Namun kami mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Yang terpenting, pelayanan kepada masyarakat serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis harus tetap berjalan optimal dan tidak boleh terganggu oleh dinamika yang terjadi di tingkat pimpinan,” ujar Rival Achmad Labbaika, Rabu (3/6/2026).
Bagi Rival, bongkar pasang jabatan di pucuk pimpinan adalah hal lumrah dalam organisasi demi menggenjot efektivitas program nasional agar berlari lebih kencang.
“Atas nama keluarga besar Jupnas Gizi, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Ibu Nanik Sudaryati Deyang atas amanah yang diberikan Presiden Republik Indonesia untuk memimpin Badan Gizi Nasional. Kami juga mengucapkan selamat kepada jajaran Wakil Kepala BGN yang baru. Kami berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat tata kelola organisasi, meningkatkan akuntabilitas, memperluas manfaat program, serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan di bidang pangan dan gizi,” katanya.
Rival menambahkan, urusan perut dan gizi bangsa tidak bisa
digarap sendirian.
Perlu ada kerja keroyokan yang solid antara pemerintah, media massa, akademisi, pelaku usaha, hingga elemen masyarakat sipil.
“Jupnas Gizi siap menjadi mitra strategis dan independen dalam mengawal penyebarluasan informasi yang akurat, edukatif, dan konstruktif terkait isu ketahanan pangan dan gizi. Kami percaya bahwa keberhasilan program-program gizi nasional hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat, transparansi, dan komitmen bersama untuk kepentingan masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Jupnas Gizi menegaskan komitmennya untuk berdiri di belakang kepemimpinan baru BGN.
Dukungan penuh diberikan demi menyukseskan program prioritas mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, akselerasi penurunan angka stunting, penguatan ketahanan pangan keluarga, hingga perbaikan gizi jangka panjang.
Harapan besar diletakkan pada proses transisi ini agar berjalan mulus tanpa riak, sekaligus menjadi bahan bakar baru untuk mengembalikan kepercayaan publik pada BGN, lembaga krusial yang menopang mimpi besar Indonesia Emas 2045.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








