Qodari: Komcad ASN Perkuat Pertahanan Nasional dan Tingkatkan Kinerja Birokrasi

AKURAT.CO Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari, menegaskan, program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan bagian dari implementasi amanat konstitusi terkait bela negara sekaligus langkah memperkuat sistem pertahanan nasional.
Menurutnya, keberadaan Komcad menjadi lapisan tambahan dalam sistem pertahanan Indonesia di samping kekuatan utama yang dimiliki Tentara Nasional Indonesia (TNI).
"Latsarmil untuk Komcad ini merupakan implementasi dari konstitusi mengenai bela negara. Dengan adanya kegiatan ini, sistem pertahanan kita menjadi berlapis. Ada kekuatan utama TNI dan juga kekuatan cadangan yang berasal dari ASN," ujar Qodari usai penutupan Latsarmil Komcad ASN Kementerian/Lembaga Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jumat (5/6/2026).
Qodari menilai Indonesia sebagai negara besar perlu memiliki berbagai skenario dalam menjaga ketahanan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang dan sulit diprediksi.
Selain memperkuat aspek pertahanan, ia menilai pelatihan tersebut juga dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas birokrasi.
Penanaman nilai-nilai Pancasila, patriotisme, dan nasionalisme selama pelatihan diharapkan mampu meningkatkan etos kerja para ASN.
"Nilai-nilai Pancasila, patriotisme, dan nasionalisme ditanamkan lebih kuat sehingga ASN yang mengikuti Komcad diharapkan memiliki kinerja yang lebih baik dalam birokrasi," katanya.
Menurut Qodari, program tersebut juga membuka peluang terbentuknya jejaring antaraparat sipil negara lintas kementerian dan lembaga.
Jaringan tersebut diyakini dapat memperkuat koordinasi, soliditas, dan militansi birokrasi dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan.
Ia menambahkan, kesamaan nilai, cara pandang, serta wawasan di antara para peserta akan menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas negara.
"Mereka memiliki nilai, cara berpikir, dan wawasan yang sama sehingga lebih siap menjalankan tugas dengan lebih baik," ujarnya.
Qodari juga menekankan pentingnya keberadaan komponen cadangan di tengah situasi global yang semakin dinamis.
Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan utama TNI, tetapi juga membutuhkan kekuatan cadangan yang siap mendukung pertahanan negara.
"Kita memiliki TNI, tetapi juga harus memiliki komponen cadangan, apalagi dalam situasi global yang sangat dinamis dan terkadang sulit diprediksi," ucapnya.
Terkait pengembangan program Komcad ASN, Qodari mengungkapkan bahwa pelaksanaannya ke depan tidak hanya menyasar instansi pemerintah pusat, tetapi juga akan diperluas ke daerah.
Ia menyebut pelaksanaan awal di tingkat daerah telah dimulai di Provinsi Sulawesi Selatan.
Namun, untuk rincian target dan pelaksanaan lebih lanjut, Qodari meminta agar hal tersebut dikonfirmasi kepada Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
"Saya sudah berbicara dengan Wakil Menteri Pertahanan bahwa program ini akan dilaksanakan tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga di daerah. Untuk tahap awal sudah dimulai di Provinsi Sulawesi Selatan," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 8Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







