Akurat Logo

1.758 ASN Resmi Jadi Komponen Cadangan, Menpan RB: Jangan Pulang Hanya Bawa Sertifikat

Ayu Rachmaningtyas | 5 Juni 2026, 22:44 WIB
1.758 ASN Resmi Jadi Komponen Cadangan, Menpan RB: Jangan Pulang Hanya Bawa Sertifikat
Penutupan Latsarmil Komcad ASN Kementerian/Lembaga Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

AKURAT.CO Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Rini Widyantini, menegaskan, program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) bagi aparatur sipil negara (ASN) tidak dimaksudkan untuk mengubah jati diri ASN sebagai pelayan publik.

Menurutnya, program tersebut justru bertujuan membentuk aparatur yang disiplin, tangguh, berintegritas, serta memiliki semangat pengabdian yang kuat dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Hal itu disampaikan Rini saat bertindak sebagai inspektur upacara penutupan Latsarmil Komcad ASN Kementerian/Lembaga Gelombang I Tahun Anggaran 2026 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Rini menjelaskan, pelatihan Komcad bagi ASN merupakan bagian dari program pemerintah yang telah berjalan sejak diterbitkannya Surat Edaran MenPANRB Nomor 27 Tahun 2021 tentang Komponen Cadangan bagi ASN.

“Ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membangun ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki disiplin, ketangguhan, integritas, dan semangat pengabdian kepada bangsa,” kata Rini.

Ia menilai nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan sangat relevan dengan tugas sehari-hari ASN.

Baca Juga: Qodari: Komcad ASN Perkuat Pertahanan Nasional dan Tingkatkan Kinerja Birokrasi

Disiplin, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta ketahanan menghadapi tekanan dinilai menjadi modal penting dalam mendukung pelayanan publik dan jalannya pemerintahan.

“ASN harus disiplin dalam bekerja, bertanggung jawab menjalankan tugas, tidak menunda pekerjaan, serta mampu berkoordinasi dan menyelaraskan program-program pemerintah antar kementerian dan lembaga,” ujarnya.

Menurut Rini, pelatihan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kolaborasi lintas instansi sehingga tercipta keselarasan dalam menjalankan berbagai program pemerintah.

Di tengah dinamika global yang semakin cepat dan kompleks, pemerintah membutuhkan aparatur yang tidak hanya cakap secara profesional, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kemampuan beradaptasi.

“Dunia bergerak semakin cepat dan tantangan yang dihadapi pemerintah sering kali sulit diprediksi. Dalam situasi seperti ini, negara membutuhkan ASN yang mampu bekerja di bawah tekanan, cepat beradaptasi, dan tetap menjunjung tinggi integritas,” jelasnya.

Rini menegaskan, keikutsertaan ASN dalam Komcad merupakan bentuk pengabdian sekaligus perwujudan semangat bela negara.

Karena itu, ia meminta peserta membawa nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan ke lingkungan kerja masing-masing.

“Jangan tinggalkan nilai-nilai tersebut di tempat ini. Bawalah disiplin yang telah saudara bangun, semangat kebersamaan yang telah saudara rasakan, serta keberanian untuk melakukan hal yang benar,” tegasnya.

Baca Juga: Indonesia vs Oman: Garuda Lepas Kutukan 38 Tahun, Menang 3-0 Ditandai Debut Mathew Baker

Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pelatihan tidak diukur saat pendidikan berlangsung, melainkan ketika para peserta kembali bertugas sebagai ASN.

“Pulang dari sini, jangan hanya membawa sertifikat. Bawalah kebiasaan untuk tidak menunda pekerjaan, keberanian mengatakan yang benar, dan sikap tegak ketika menghadapi tekanan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Gabriel Lema, melaporkan bahwa Latsarmil Komcad ASN Gelombang I Tahun 2026 diikuti 1.758 peserta dari 49 kementerian dan lembaga.

Jumlah tersebut terdiri atas 1.292 peserta pria dan 466 peserta wanita.

Proses pendaftaran berlangsung pada 2–31 Januari 2026, sedangkan seleksi dilaksanakan pada 9–27 Maret 2026, meliputi pemeriksaan kesehatan, tes jasmani, psikologi, serta mental ideologi.

“Latsarmil dilaksanakan mulai 22 April hingga 5 Juni 2026,” kata Gabriel.

Ia menambahkan, para peserta telah disumpah dan ditetapkan sebagai Komponen Cadangan ASN Kementerian/Lembaga Gelombang I pada 3 Juni 2026.

“Dengan berakhirnya pelatihan ini, sebanyak 1.758 ASN resmi menjadi Komponen Cadangan dan akan kembali menjalankan tugas di instansi masing-masing dengan status sebagai ASN sekaligus bagian dari sistem pertahanan negara,” tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.