5 Tuntutan BEM UI dalam Demo Hari Ini: Soroti APBN hingga Harga BBM

AKURAT.CO BEM UI bersama mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi akan kembali menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah melalui aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Jumat, (12/6/2026).
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama yang mencakup isu anggaran negara, harga kebutuhan pokok, program pemerintah, hingga keterbukaan terhadap kritik publik.
Baca Juga: Ada Demo di Bundaran HI Hari Ini, Cek Jalur Alternatif Agar Bebas Macet!
Aksi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi terkait berbagai kebijakan yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat. Sejumlah isu ekonomi hingga tata kelola pemerintahan menjadi perhatian utama dalam demonstrasi tersebut.
Ketua BEM Fakultas Hukum UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, menjelaskan bahwa lima tuntutan yang akan disuarakan merupakan hasil konsolidasi dan kesepakatan bersama BEM fakultas di lingkungan Universitas Indonesia.
Menurutnya, seluruh poin yang dibawa dalam aksi tersebut lahir dari diskusi dan kajian terhadap berbagai persoalan yang saat ini menjadi perhatian mahasiswa.
Berikut lima tuntutan utama yang akan disampaikan dalam aksi di Bundaran HI:
1. Menghentikan Pemborosan APBN
Mahasiswa menyoroti penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dinilai harus lebih efektif dan tepat sasaran.
Mereka mendesak pemerintah untuk menghindari pemborosan anggaran serta memastikan setiap pengeluaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
2. Menurunkan Harga BBM dan Kebutuhan Pokok
Tingginya biaya hidup juga menjadi salah satu fokus tuntutan. Mahasiswa meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk menekan harga bahan bakar minyak (BBM) dan berbagai kebutuhan pokok yang terus memengaruhi daya beli masyarakat.
Menurut mereka, stabilitas harga menjadi faktor penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.
3. Menghentikan Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih turut menjadi sorotan dalam aksi tersebut. Mahasiswa menilai kedua program tersebut perlu dievaluasi dan dihentikan karena dianggap belum menjadi prioritas yang paling mendesak dibanding persoalan lain yang dihadapi masyarakat.
Poin ini diperkirakan menjadi salah satu tuntutan yang paling banyak mendapat perhatian dalam demonstrasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









