Akurat Logo

Prabowo Sedang Lakukan Reformasi Struktur Ekonomi dan Tertibkan Elite

Wahyu SK | 13 Juni 2026, 21:32 WIB
Prabowo Sedang Lakukan Reformasi Struktur Ekonomi dan Tertibkan Elite
Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, menyebut Presiden Prabowo sedang melakukan reformasi jilid dua. Foto: Setpres

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto sedang menjalankan reformasi besar terhadap struktur ekonomi Indonesia, di tengah munculnya berbagai tuntutan dalam demonstrasi mahasiswa pada Jumat (12/6/2026) kemarin.

Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, mengatakan langkah-langkah yang dilakukan Presiden Prabowo saat ini justru berfokus pada pembenahan sistem ekonomi yang selama bertahun-tahun dinilai hanya menguntungkan kelompok elite tertentu.

"Pak Prabowo itu adalah pemimpin reformasi jilid dua karena yang dilakukan oleh Pak Prabowo sekarang, beliau sedang melakukan reformasi terhadap struktur ekonomi Indonesia. Struktur yang selama ini menguntungkan elite saja, struktur yang selama ini memungkinkan elite-elite tertentu itu untuk membawa lari uang negara. Itu dikoreksi oleh Pak Prabowo," jelasnya, Sabtu (13/6/2026).

Qodari menilai sejumlah kebijakan yang ditempuh pemerintahan Prabowo menunjukkan keberanian untuk menyentuh persoalan-persoalan yang sebelumnya dianggap sulit disentuh.

Salah satu contohnya adalah penegakan hukum dalam tata niaga minyak.

Baca Juga: Qodari Soal Demo Harga BBM: Prabowo Siapkan Berbagai Strategi Menuju Ketahanan Energi

Qodari menyinggung kasus yang menjerat pengusaha minyak Mohammad Riza Chalid yang selama bertahun-tahun dianggap tidak tersentuh proses hukum.

"Bagaimana tata niaga minyak, ya kan kita sudah tahu yang namanya Riza Chalid selama ini dianggap untouchable. Oleh Pak Prabowo kan tersangka, anaknya diburu di luar negeri. Anaknya sekarang sedang menjalani proses hukum," jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti langkah pemerintah melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang telah menindak jutaan hektare kebun sawit ilegal.

Penertiban tersebut merupakan bagian dari reformasi tata kelola sumber daya alam yang belum pernah dilakukan secara masif oleh pemerintahan sebelumnya.

"Adanya penegakan sawit, kebun sawit ilegal lewat Satgas PKH, sudah enam juta hektare. Siapa yang melakukan reformasi terhadap tata kelola sawit kita kecuali Pak Prabowo. Tidak pernah ada sebelumnya," katanya.

Baca Juga: Prabowo Instruksikan Modernisasi Stasiun Gambir dan Percepatan Penanganan Perlintasan Sebidang

Qodari menegaskan bahwa perubahan yang dilakukan Presiden Prabowo tidak hanya menyasar kelompok elite tetapi juga diarahkan untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat lapisan bawah.

Ia menyebut Presiden Prabowo berulang kali mengkritik kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai belum merata karena manfaatnya lebih banyak dinikmati kelompok berpenghasilan tinggi, sementara kelas menengah justru mengalami penyusutan.

"Pak Prabowo itu kan mengatakan berulang kali bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lima persen itu semu karena yang kaya berlipat dua sampai tiga kali lipat, sementara kelas menengah mengalami penurunan. Berarti beliau mengatakan ada sesuatu yang salah," terangnya.

Menurut Qodari, salah satu pembenahan yang dilakukan pemerintah adalah mendorong penyaluran kredit perbankan agar tidak hanya terkonsentrasi pada kelompok usaha besar, tetapi juga menjangkau lebih banyak pelaku ekonomi produktif.

Di sektor pertanian, pemerintah telah memperbaiki nilai tukar petani melalui kebijakan harga pembelian gabah yang lebih menguntungkan petani.

Baca Juga: Kepala BGN: Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden Hoaks

Sementara untuk nelayan, pemerintah disebut memperkuat fasilitas produksi melalui pembangunan kampung nelayan, penambahan armada, pembangunan pabrik es, hingga penyediaan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage).

Menurut Qodari, berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki struktur ekonomi nasional agar lebih sesuai dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.

"Pak Prabowo ini justru paling depan dalam upaya memperbaiki kesejahteraan masyarakat Indonesia dan membuat struktur ekonomi menjadi lebih berimbang," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

W
Reporter
Wahyu SK
W
Editor
Wahyu SK