Akurat Logo

BGN Buka Peluang Efisiensi Anggaran MBG 2027 Lewat Penataan Ulang Penerima Manfaat

Putri Dinda Permata Sari | 15 Juni 2026, 21:46 WIB
BGN Buka Peluang Efisiensi Anggaran MBG 2027 Lewat Penataan Ulang Penerima Manfaat
Wakil Kepala BGN sekaligus juru bicara lembaga, Agustina Arumsari.

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) membuka peluang efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 melalui penataan ulang atau refocusing sasaran penerima manfaat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi program yang tengah dilakukan oleh pimpinan baru BGN.

Wakil Kepala BGN sekaligus juru bicara lembaga, Agustina Arumsari, mengatakan, berdasarkan surat Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas, BGN memperoleh pagu indikatif sebesar Rp270,2 triliun untuk pelaksanaan Program MBG pada 2027.

"Menurut surat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Bappenas, untuk tahun 2027 kami mendapat alokasi pagu sebesar Rp270,2 triliun untuk melayani sekitar 81,5 juta penerima manfaat," kata Arum usai rapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Meski demikian, BGN masih melakukan berbagai simulasi dan penghitungan guna mencari ruang efisiensi tanpa mengurangi tujuan utama program, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Menurut Arum, salah satu langkah yang sedang dikaji adalah memfokuskan kembali kelompok penerima manfaat berdasarkan kebutuhan intervensi gizi yang paling mendesak.

"Salah satu langkah perbaikan yang kami lakukan adalah refocusing penerima manfaat," ujarnya.

Ia menjelaskan, proses evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan rekomendasi para ahli gizi serta masukan dari Kementerian Kesehatan terkait kelompok usia dan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan intervensi.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: FIFA Minta Wasit VAR Laga Jerman-Curacao Jelaskan Pose Jari, Dianggap Simbol Supremasi Kulit Putih

BGN saat ini juga tengah menghitung kembali kebutuhan anggaran berdasarkan target penerima manfaat yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Kami sedang melakukan exercise terhadap angka penerima manfaat sesuai RPJMN. Tujuannya agar indikator intervensi gizi tetap tercapai, tetapi penerima manfaatnya bisa lebih fokus dan tepat sasaran," jelas Arum.

Menurutnya, semakin tepat sasaran program dijalankan, semakin besar pula peluang efisiensi anggaran yang dapat diperoleh pemerintah.

"Refocusing ini diperlukan agar intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran, yang pada akhirnya akan diikuti dengan penggunaan anggaran yang lebih efisien," katanya.

Selain melakukan evaluasi terhadap sasaran penerima manfaat, BGN juga berencana memperkuat tata kelola Program MBG melalui audit dapur MBG, pembenahan sistem pengawasan, serta penguatan basis data penerima manfaat.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program sekaligus memastikan anggaran negara dapat dimanfaatkan secara optimal dalam upaya memperbaiki status gizi masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.