Akurat Logo

Boni Hargens: Polri Makin Humanis, Kunci Stabilitas Sosial-Politik

Ayu Rachmaningtyas | 16 Juni 2026, 15:01 WIB
Boni Hargens: Polri Makin Humanis, Kunci Stabilitas Sosial-Politik
Analis politik senior Boni Hargens menyebut perlunya sikap berimbang dalam menilai situasi yang sedang dihadapi pemerintah. Foto: Akurat.co

AKURAT.CO Analis politik senior Boni Hargens menyatakan kepercayaannya terhadap kemampuan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, di tengah meningkatnya aksi demonstrasi yang merebak pada pertengahan Juni 2026.

Gelombang protes ini mencerminkan resistensi masyarakat sipil terhadap sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai kontroversial dan berdampak pada melemahnya nilai tukar rupiah rupiah terhadap dolar AS.

Boni menegaskan bahwa aksi demonstrasi merupakan hak demokratis warga negara yang harus dihormati. Namun, ia juga menekankan perlunya sikap yang berimbang dalam menilai situasi yang sedang dihadapi pemerintah.

"Itu memang hak demokratis dari warga untuk melakukan aksi protes. Namun, kita juga harus fair mengakui bahwa pemerintah sedang bekerja keras mengatasi kesulitan yang muncul sebagai implikasi dari geopolitik yang konfliktual dan tidak stabil," ujar ahli ilmu politik dari Universitas Indonesia (UI) tersebut.

Menurut Boni, konteks global saat ini mendorong banyak negara untuk melakukan adaptasi kebijakan demi menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri. Indonesia pun tidak berbeda dari negara-negara lain yang tengah berjuang menghadapi ketidakpastian tatanan dunia.

Baca Juga: Apresiasi Restorasi Polri Era Listyo Sigit, Boni Hargens: Nyata, Bukan Retorika Semata

Tekanan eksternal dari dinamika geopolitik yang tidak stabil menjadi alasan mengapa pemerintah perlu mendapat ruang untuk bekerja meski di tengah kritik publik.

"Meski demikian, pemerintah harus makin responsif tehadap segala bentuk kritik dari masyarakat untuk menunjukkan respek terhadap aspirasi dan deliberasi publik," katanya.

Boni juga secara khusus memberikan apresiasi terhadap kinerja Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurutnya, pendekatan yang semakin humanis dan demokratis dari institusi kepolisian menjadi faktor utama yang memungkinkan demonstrasi masif berjalan terkendali tanpa eskalasi kekerasan yang berarti.

Polri Makin Humanis dan Demokratis

Mantan Dewan Pengawas Lembaga Kantor Berita Negara (LKBN) Antara tersebut menilai Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menunjukkan pendekatan yang lebih manusiawi dalam menangani aksi massa yang begitu besar skalanya pada Juni 2026.

Baca Juga: Luncurkan Buku Ilmu Politik, Boni Hargens Singgung Saiful Mujani yang Menampar Parpol

Bagaimana pun, Polri yang humanis sangat dibutuhkan dalam situasi tensional seperti saat ini untuk menjaga stabilitas sosial-politik sebagai prasyarat agar pemerintah dapat mengimplementasikan kebijakan yang relevan dengan kondisi masyarakat.

Keseimbangan Ketertiban dan Kebebasan

Pendekatan Polri yang terukur mencerminkan keseimbangan antara penegakan ketertiban umum dan penghormatan terhadap hak-hak sipil warga negara. Kedua nilai tersebut sesungguhnya memang tidak harus saling bertentangan dalam negara demokrasi.

"Politik yang demokratis sejatinya selalu membuka ruang dan menghargai kritik dan protes dari masyarakat untuk memperkaya informasi yang harus diproses oleh pembuat kebijakan dalam rangka mengatasi masalah yang ada," jelas Boni, kepada wartawan, Selasa (15/6/2026).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.