Akurat Logo
Bank Indonesia

Menteri PPPA: Perempuan Penggerak Utama Ketahanan Pangan Keluarga

Ayu Rachmaningtyas | 23 Juni 2026, 23:30 WIB
Menteri PPPA: Perempuan Penggerak Utama Ketahanan Pangan Keluarga
Menteri PPPA, Arifah Fauzi, meninjau produk Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan, Kelurahan Ketami, Kota Kediri. Foto: Kementerian PPPA

AKURAT.CO Perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga yang menjadi fondasi bagi terwujudnya kedaulatan pangan bangsa.

Demikian disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, saat menyambangi Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan, Kelurahan Ketami, Kota Kediri, Jawa Timur.

Menurutnya, kedaulatan pangan harus dibangun melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Agar setiap desa dan kelurahan mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

"Kedaulatan pangan merupakan fondasi terpenting bagi sebuah negara. Karena itu, kita harus berkolaborasi agar setiap desa maupun kelurahan mampu mencukupi kebutuhan pangannya sendiri. Apa yang dilakukan perempuan-perempuan di Kelurahan Ketami ini merupakan langkah nyata memperkuat ketahanan masyarakat dari lingkungannya sendiri," ujar Arifah.

Dia menilai gerakan tersebut mempercepat terwujudnya kemandirian pangan di tingkat komunitas. Karena itu, Kementerian PPPA mengapresiasi inisiatif perempuan di Kelurahan Ketami yang memanfaatkan lahan pekarangan untuk budi daya pangan, mengembangkan usaha berbasis hasil pertanian, serta memperkuat ekonomi keluarga.

Baca Juga: Kementerian PPPA Dorong Pedoman Pengarusutamaan Gender untuk Memperkuat Peran Perempuan di Industri Kelapa Sawit

"Apa yang dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT) ini memang terlihat sederhana. Tetapi dampaknya sangat besar, mereka memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan kesejahteraan sekaligus membangun kesadaran bersama. Agar kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari lingkungan sendiri," ujar Arifah.

Dia juga menekankan bahwa penguatan ketahanan keluarga tidak hanya berdampak pada ekonomi dan pangan tetapi juga berperan penting dalam mencegah berbagai persoalan sosial, termasuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan dan berbasis komunitas

"Keluarga yang kuat secara ekonomi dan sosial akan lebih mampu menciptakan lingkungan yang aman dan sehat," kata Arifah.

Sementara itu, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengatakan, perempuan memiliki peran sentral dalam menjaga ketahanan pangan keluarga. Karenanya, Pemkot Kediri terus memperkuat ketahanan pangan lokal sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah.

Baca Juga: Jakarta Jadi Percontohan Layanan Terpadu Perempuan dan Anak, Pramono Komitmen Perkuat Sistem Perlindungan

Dia juga menyoroti capaian penurunan angka kemiskinan di Kota Kediri yang menunjukkan hasil nyata dari program pemberdayaan masyarakat. Termasuk penguatan ekonomi keluarga berbasis perempuan.

"Perempuan berada di garda terdepan dalam mengelola kebutuhan rumah tangga, memastikan kecukupan gizi keluarga, serta mengembangkan kegiatan produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Vinanda.

Dia menekankan bahwa penurunan angka kemiskinan menjadi indikator keberhasilan kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Ketua TP PKK Kelurahan Ketami, Sri Winaryi, menyampaikan bahwa KWT Flamboyan yang berdiri sejak 2012 terus berkembang sebagai wadah pemberdayaan perempuan di bidang ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.

KWT Flamboyan juga berkontribusi dalam capaian Kelurahan Ketami yang meraih Juara II Lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2013. Sebagai bentuk pengakuan atas kuatnya budaya gotong royong dan pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Putusan MK Soal Kuota 30 Persen Perempuan Harus Diakomodir di RUU Pemilu

Masyarakat Kelurahan Ketami mengembangkan berbagai kegiatan seperti budi daya sayuran, peternakan, perikanan, serta UMKM berbasis pangan lokal untuk memperkuat ekonomi keluarga.

"Kelurahan Ketami berhasil meraih juara dua tingkat Provinsi Jawa Timur. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat program ketahanan pangan dan pemberdayaan perempuan di wilayah kami," ujar Sri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.