Kemenkes Kaji Insentif untuk Dokter Umum dan Dokter Gigi di Daerah Terpencil

AKURAT.CO Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah mengkaji pemberian insentif khusus bagi dokter umum dan dokter gigi yang bertugas di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).
Kebijakan ini disiapkan untuk mendorong pemerataan tenaga kesehatan sekaligus memperkuat layanan kesehatan di wilayah yang masih kekurangan dokter.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan kajian tersebut dilakukan setelah pemerintah berhasil menjalankan program insentif bagi dokter spesialis yang ditempatkan di berbagai daerah.
"Untuk masalah insentif yang selanjutnya, kita sudah berhasil memberikan Rp30 juta insentif per bulan untuk 1.370 dokter spesialis," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Menurut Budi, keberhasilan program itu menjadi dasar bagi Kemenkes untuk menyiapkan skema serupa bagi dokter umum dan dokter gigi di wilayah DTPK.
"Sekarang kita sedang mengkaji apakah kita bisa melakukan hal yang sama untuk dokter umum dan dokter gigi di daerah-daerah DTPK," ujarnya.
Selain menyiapkan insentif, Kemenkes juga menyusun kebijakan untuk mengurangi kesenjangan kesejahteraan tenaga kesehatan antara daerah maju dan daerah tertinggal.
Baca Juga: 4 Cara Melepas Penat Setelah Seharian Beraktivitas, Bantu Tubuh dan Pikiran Kembali Segar!
Salah satunya melalui pemberian insentif penugasan bagi tenaga medis yang bertugas di wilayah dengan keterbatasan layanan kesehatan.
Budi menuturkan, ketimpangan distribusi dokter masih menjadi tantangan besar.
Di daerah terpencil, seorang dokter bisa melayani ribuan pasien karena minimnya jumlah tenaga medis, berbeda dengan kondisi di kota besar yang relatif memiliki jumlah dokter memadai.
"Di Jakarta dokternya cukup sehingga beban kerja bisa terbagi. Tapi di Mamberamo satu dokter bisa menangani 1.000 sampai 2.000 pasien karena jumlah dokternya sangat terbatas," katanya.
Sebagai bentuk afirmasi, pemerintah juga memberikan prioritas bagi putra daerah dari wilayah terpencil untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis dengan harapan mereka kembali mengabdi di daerah asal.
Selain itu, Kemenkes telah menjalankan program beasiswa dan fellowship afirmasi bagi dokter dari daerah serta tengah menyusun roadmap perlindungan tenaga kesehatan, sistem remunerasi, dan pengembangan karier.
"Kami juga sedang menyusun roadmap perlindungan, remunerasi, dan pengembangan karier tenaga kesehatan agar distribusi dokter antara layanan primer dan layanan sekunder semakin merata," pungkas Budi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









