Akurat Logo

98 Persen Siswa Terbukti Mudah Memahami Pelajaran Berkat Papan Interaktif Digital

Moehamad Dheny Permana | 2 Juli 2026, 20:14 WIB
98 Persen Siswa Terbukti Mudah Memahami Pelajaran Berkat Papan Interaktif Digital
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau proses pembelajaran dengan papan interaktif digital di SMAN 1 Cilacap, pada Rabu (29/4/2026). Foto: Setpres

AKURAT.CO Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) atau smartboard dalam Program Digitalisasi Pembelajaran memberikan dampak positif terhadap proses belajar mengajar.

Hasil evaluasi menunjukkan sebanyak 98 persen siswa mengaku lebih memahami materi yang diajarkan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, pengadaan PID telah memberikan manfaat yang semakin terasa di ruang-ruang kelas.

Qodari mengutip hasil evaluasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terhadap pemanfaatan perangkat digitalisasi pembelajaran yang dilaksanakan pada Februari hingga Maret 2026.

Baca Juga: Smartboard Kiriman Prabowo Tiba di Distrik Okbibab, Bikin Pendidikan Pedalaman Rasa Kota Besar

Evaluasi tersebut melibatkan 241.689 siswa, 182.695 tenaga pendidik, dan 88.135 kepala sekolah sebagai responden, dengan hasil yang menunjukkan perubahan nyata dalam proses pembelajaran.

"Sebanyak 99,5 persen siswa menyatakan bahwa pembelajaran menggunakan PID jauh lebih menarik," katanya.

Dari sisi pemahaman materi, Qodari menjelaskan bahwa 98 persen siswa mengaku lebih memahami materi yang diajarkan, dengan rincian 55,4 persen murid merasa paham dan 42,6 persen lainnya merasa sangat paham.

"Dari sisi guru, mayoritas mulai beralih ke metode pembelajaran yang lebih interaktif dan variatif, serta melaporkan bahwa murid menjadi lebih aktif dan antusias di kelas," ujarnya.

Program Digitalisasi Pembelajaran sendiri terus menunjukkan perkembangan, dari tahap penyediaan perangkat menuju pemanfaatan teknologi secara nyata dalam proses pembelajaran.

Baca Juga: Prabowo Minta Smartboard di Sekolah Dijaga dan Dimanfaatkan dengan Baik: Ini Milik Rakyat

Program ini telah menjangkau ratusan ribu sekolah di seluruh Indonesia. Termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat infrastruktur pendukung, pelatihan guru, serta pengembangan konten digital, demi memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dan merata," jelas Qodari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.