Akurat Logo

Prabowo: Demokrasi Terkadang Rumit dan Penuh Dinamika, Tapi Kita Tak Boleh Menyerah

Ayu Rachmaningtyas | 8 Juli 2026, 10:57 WIB
Prabowo: Demokrasi Terkadang Rumit dan Penuh Dinamika, Tapi Kita Tak Boleh Menyerah
Presiden Prabowo Subianto

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa demokrasi bukanlah sistem yang mudah dijalankan, karena kerap diwarnai berbagai tantangan dan dinamika. Meski demikian, demokrasi tetap menjadi pilihan terbaik untuk mewujudkan keadilan, harapan, dan pemerintahan yang inklusif.

"Demokrasi adalah sistem terbaik dibandingkan semua sistem yang pernah dicoba oleh peradaban manusia," ujar Prabowo, dalam acara Indian Community Reception yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Selasa (7/7/2026).

Dalam praktiknya demokrasi memiliki berbagai risiko. Selalu ada tantangan, jebakan, hingga pihak-pihak yang berupaya membajak proses demokrasi demi kepentingan tertentu.

Baca Juga: Prabowo: Kita Hormati Kritik, Tapi Jangan Sampai Demokrasi Dirusak Kepentingan Asing

Oleh karena itu, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga kepercayaan terhadap demokrasi. Terus menjaga agar proses demokrasi berjalan sesuai prinsip-prinsip yang benar.

"Kita tidak boleh menyerah. Kita harus tetap percaya pada demokrasi dan terus berupaya menjaganya," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo juga mengungkapkan kegembiraannya dapat bertemu dengan anggota muda Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pengalaman dan pembelajaran dari penyelenggara pemilu, baik di Indonesia maupun negara lain, menjadi bagian penting dalam memperkuat kualitas demokrasi.

"Karena itu saya sangat senang hari ini bertemu dengan seorang anggota muda Komisi Pemilihan Umum. Kami juga belajar sangat dekat dari Komisi Pemilihan Umum India," tegasnya.

Sebelumnya, Prabowo menghadiri acara makan malam bersama Perdana Menteri India Narendra Modi, di Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga: Pertahanan dan Pembangunan Harus Berjalan dalam Koridor Demokrasi

Kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia merupakan bagian dari upaya kedua negara untuk semakin mempererat hubungan diplomatik sekaligus memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, investasi, pertahanan, hingga kebudayaan.

PM Narendra Modi melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 6–8 Juli 2026 sebagai kunjungan balasan atas lawatan Presiden Prabowo Subianto ke India sebelumnya.

Setelah menyelesaikan agenda di Jakarta, PM Modi dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta. Bersama Presiden Prabowo, dia akan mengunjungi Candi Prambanan untuk meninjau sekaligus meresmikan kerja sama pelestarian warisan budaya serta program pemugaran candi yang menjadi salah satu simbol penguatan kerja sama kebudayaan kedua negara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.