Akurat Logo

Hampir Dua Dekade Diuji, B50 Terbukti Aman untuk Kendaraan

Ayu Rachmaningtyas | 16 Juli 2026, 08:30 WIB
Hampir Dua Dekade Diuji, B50 Terbukti Aman untuk Kendaraan
B50 menjadi tonggak sejarah baru dalam pengelolaan energi bersih di Indonesia. Foto: Esdm.go.id

AKURAT.CO Kementerian ESDM memastikan bahwa implementasi kebijakan B50 telah melalui proses kajian mendalam, pengujian komprehensif, serta evaluasi yang matang.

Bahan bakar nabati dengan campuran 50 persen minyak sawit ini aman digunakan oleh masyarakat dan tidak akan merusak mesin kendaraan.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyampaikan, pemerintah sangat memahami adanya kekhawatiran dari masyarakat terkait aspek keamanan mekanis kendaraan.

Aspirasi tersebut telah menjadi fokus perhatian utama pemerintah jauh sebelum program ini resmi diluncurkan.

"Kami menerima dan memahami betul pertanyaan publik mengenai apakah B50 ini aman untuk kendaraan dan apakah mesin akan cepat rusak. Perlu kami tegaskan bahwa B50 bukanlah sebuah kebijakan yang muncul secara tiba-tiba atau merupakan lompatan yang gegabah. Ini adalah buah dari perjalanan panjang hampir dua dekade dalam pengembangan biodiesel nasional," jelas Dwi Anggia, dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).

Baca Juga: Implementasi B50 Strategis Kurangi Impor BBM dan Perkuat Swasembada Energi

Dia menjelaskan bahwa peta jalan (roadmap) program biodiesel di Indonesia telah dirintis sejak tahun 2008 dengan tahapan awal pencampuran B2,5.

Sejak saat itu, persentase campuran terus ditingkatkan secara bertahap dan konsisten melalui varian B10, B20, B30, B35, hingga B40. Setiap fase kenaikan volume campuran selalu didahului oleh rangkaian proses pengujian teknis yang ketat serta evaluasi performa secara menyeluruh.

Khusus untuk implementasi B50, Kementerian ESDM bersama pemangku kepentingan terkait telah memperluas cakupan uji coba guna memastikan keandalan bahan bakar ini di berbagai lini operasional.

Pengujian tangguh tersebut melibatkan multisektor, mulai dari sektor otomotif (kendaraan bermotor), alat dan mesin pertanian (alsintan), alat berat di sektor pertambangan, kereta api, transportasi laut, hingga pembangkit listrik.

Berdasarkan hasil uji teknis, kualitas bahan bakar B50 terbukti menunjukkan performa yang semakin baik, bahkan melampaui capaian formula B40 sebelumnya.

Baca Juga: B50 Langkah Wujudkan Kemandirian Energi demi Indonesia Berdaulat

Kini, tonggak sejarah baru dalam pengelolaan energi bersih Indonesia telah dimulai. Presiden Prabowo Subianto telah resmi meluncurkan implementasi penuh mandat B50.

Kebijakan strategis ini dirancang sebagai pilar utama untuk memperkuat ketahanan, kemandirian, serta kedaulatan energi nasional secara berkelanjutan.

Melalui peresmian ini, Indonesia berhasil menorehkan prestasi gemilang di panggung internasional. Keberhasilan implementasi B50 sekaligus menempatkan Indonesia sebagai negara terdepan di dunia yang sukses menerapkan mandat campuran biodiesel berbasis minyak sawit tertinggi, yakni mencapai 50 persen.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.