Pemerintah Pastikan Proyek LNG Abadi Masela Bakal Menggerakkan Roda Perekonomian Daerah

AKURAT.CO Pemerintah memastikan pembangunan Proyek LNG Abadi Blok Masela tidak hanya menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan energi nasional, melainkan menjadi penggerak roda ekonomi daerah, melalui penciptaan ribuan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, dan peningkatan investasi.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan, pemerintah berkomitmen agar manfaat proyek strategis nasional tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah pembangunan.
"Praktis, roda ekonominya akan bergerak. Contoh dengan pembukaan jalan, pekerja lokal akan terserap, kemudian UMKM juga sudah mulai jalan, penginapan akan mulai tumbuh dan berkembang. Tempat makan dan restorannya akan semakin banyak," jelasnya, dalam press briefing yang diselenggarakan Bakom RI di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Dimulainya groundbreaking proyek berpotensi penciptaan lapangan kerja pada fase konstruksi diperkirakan mencapai 12 ribu tenaga kerja, dengan prioritas bagi masyarakat setempat.
Dwi Anggia juga menyampaikan arahan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, bahwa putra-putri daerah Kepulauan Tanimbar akan diupayakan terserap sebagai tenaga kerja. Serta diberikan pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri LNG.
Baca Juga: B50 dan Proyek LNG Abadi Masela Bukti Kebijakan Konkret Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi
"Sehingga mereka bisa berkontribusi dan terlibat langsung dalam pembangunan Blok Masela ini," ujarnya.
Proyek LNG Abadi Blok Masela yang berlokasi di Perairan Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).
Pada 16 Juli 2026 lalu, Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking).
Blok Masela merupakan salah satu proyek gas terbesar di Indonesia dengan cadangan mencapai 18,54 triliun kaki kubik (TCF) dan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar.
Selama masa kontrak hingga 2055, proyek tersebut diperkirakan memberikan dampak fiskal berupa penerimaan negara sebesar USD37,85 miliar atau sekitar Rp680-801 triliun. Serta menciptakan nilai tambah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar USD137,8 miliar atau sekitar Rp2.447 hingga Rp2.492 triliun.
Baca Juga: Komisi XII DPR Pastikan Kawal Proyek LNG Abadi Masela agar Tak Lagi Mangkrak
Melalui proyek tersebut, pemerintah berharap pengembangan industri hulu migas tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional tetapi juga menjadi penggerak roda perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan timur Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








