Gibran Serap Aspirasi Petani Muara Jaya Rumuskan Kebijakan untuk Perkuat Ekosistem Singkong

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung sentra pertanian singkong sekaligus berdialog dengan perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Muara Jaya, Kabupaten Lampung Timur, Lampung.
Kunjungan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menyerap aspirasi petani, guna merumuskan kebijakan yang lebih berpihak pada penguatan komoditas singkong, mulai dari aspek produksi hingga tata niaga.
Dialog diikuti oleh perwakilan dari 33 kelompok tani dengan jumlah anggota lebih dari 600 orang. Kunjungan ini juga sekaligus sebagai upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Baca Juga: Lapangan Abadi Blok Masela
Dalam kesempatan itu, dia menekankan bahwa pemerintah terus mengakselerasi agenda swasembada pangan sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, melalui pembenahan berbagai aspek fundamental sektor pertanian.
"Perintah dari Bapak Presiden sudah jelas ya Bapak, Ibu terkait swasembada pangan. Masalah pupuk, irigasi, pengolahan pasca-panen, harga. Itu semuanya sudah banyak mendapat hasil di beras," ujar Wapres, dikutip, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan penguatan komoditas beras perlu diikuti dengan perhatian yang sama terhadap komoditas pangan strategis lainnya, termasuk ubi kayu atau singkong. Oleh karenanya, pemerintah turun langsung ke lapangan untuk memetakan berbagai tantangan yang masih dihadapi para petani.
"Hari ini saya ke Lampung khusus ngecek singkong, karena di komoditi ini masih banyak berbagai dinamika dan tantangan," ujarnya.
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan interaktif, para petani menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi.
Meliputi usulan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) singkong, kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), perbaikan jalan perkebunan guna memperlancar distribusi hasil panen, hingga penguatan permodalan koperasi simpan pinjam agar petani memperoleh akses pupuk dengan harga yang lebih terjangkau.
Baca Juga: Petrokimia Gresik Raih Pelabuhan Terbaik, Zulhas Soroti Logistik Pangan
Merespons berbagai masukan tersebut, Wapres menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi kepentingan petani dalam negeri. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah penguatan regulasi terkait impor ubi kayu beserta produk turunannya.
"Untuk menjaga stabilitas harga, ini saya kira ada terkait regulasi ya, pembatasan impor ubi kayu dan turunannya, ada pembatasan itu," ungkapnya.
Selain itu, Wapres memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan segera dibahas bersama kementerian dan lembaga terkait.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









