BGN Hitung Ulang Anggaran MBG, Guru Besar IPB: Menu Lokal Bergizi Bisa Rp7.000

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menghitung ulang kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026.
Dari alokasi sebelumnya sebesar Rp268 triliun, kebutuhan anggaran terbaru dipastikan lebih rendah.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan, penghitungan masih berlangsung sehingga angka final belum dapat diumumkan.
Namun, dia memastikan kebutuhan anggaran tidak lagi mencapai Rp268 triliun.
“Kalau angka sementara ini mungkin saya belum bisa sebutkan, tapi yang jelas sudah tidak Rp268 triliun, sudah jauh berkurang,” kata Agustina, Jumat (7/8/2026).
Penyesuaian anggaran dilakukan bersamaan dengan pembenahan data penerima manfaat, tata kelola program, serta skema insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Salah satu komponen yang dievaluasi adalah insentif SPPG sebesar Rp6 juta per hari yang selama ini diberikan dengan nominal sama.
Menurut Agustina, skema tersebut perlu disesuaikan dengan kapasitas layanan, jumlah penerima manfaat, dan beban operasional masing-masing SPPG.
“Ada yang cakupannya lebih besar, kok disamaratakan Rp6 juta? Kan enggak fair. Nah, itu skema-skema yang akan kami perbaiki,” ujarnya.
Efisiensi, kata dia, tidak semata-mata dilakukan dengan memangkas anggaran, tetapi melalui penataan belanja agar lebih proporsional dan tepat sasaran.
Biaya operasional juga perlu dipisahkan dari anggaran bahan pangan sehingga efisiensi tidak berdampak terhadap kualitas gizi penerima manfaat.
Bahan Pangan Lokal Bisa Tekan Biaya
Di tengah pembenahan anggaran, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, M.S. menilai, pemanfaatan bahan pangan lokal dapat menjadi salah satu strategi menjaga kualitas menu MBG dengan biaya terjangkau.
Baca Juga: BGN Hentikan Sementara Dapur MBG di Jayapura Terkait Kasus Keracunan Makanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









