Seskab Teddy dan Haji Isam Bahas Hilirisasi hingga Logistik, demi Ikilm Investasi Kondusif

AKURAT.CO Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menerima kedatangan pengusaha nasional, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas mengenai perkembangan investasi di berbagai sektor seperti pertambangan, hilirisasi, agribisnis, energi, dan logistik sebagai bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Hilirisasi Bauksit Jadi Pijakan Pengembangan Mineral Strategis Indonesia
"Haji Isam merupakan pelaku usaha yang memiliki pengalaman di berbagai sektor tersebut," tulis keterangan dalam akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (10/8/2026).
Melalui unggahan tersebut, Seskab Teddy menegaskan bahwa Pemerintah terus mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat dan kondusif.
Tak hanya itu, pemerintah juga terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha untuk mempercepat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







