Marak Karhutla, Puan Tekankan Keselamatan Masyarakat Harus Jadi yang Utama

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta Pemerintah memantau kondisi taman nasional maupun kawasan hutan dan lain yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi yang utama.
Hal ini disampaikan Puan menyusul karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang terus meluas dan sudah hampir mendekati permukiman warga. Kencangnya angin di lokasi kebakaran membuat api di lahan gambut itu cepat menjalar.
Hingga Jumat (7/8/2026), luas lahan terdampak karhutla di Palangka Raya mencapai 162,49 hektare. Kondisi kemarau dan potensi El Nino kuat diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran di Kalteng.
Baca Juga: Kebakaran Bromo Terus Meluas, Puan Minta Penanganan Didukung Personel dan Peralatan yang Memadai
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa karhutla bukan lagi semata persoalan lingkungan. Karena ketika api mulai memasuki ruang hidup masyarakat, persoalannya disebut berubah.
"Ini bukan lagi persoalan lingkungan, tapi sudah menjadi ancaman terhadap keselamatan warga, aset, kesehatan, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi setempat," kata Puan dalam keterangan persnya, Senin (10/8/2026).
Dia juga menilai karhutla di kawasan gambut memerlukan penanganan khusus, karena memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena api dapat menjalar hingga lapisan bawah tanah dan kembali muncul di titik lain. Dan yang lebih mengkhawatirkan, karhutla di Kalteng bukan kejadian sporadis namun ada indikasi kesengajaan.
"Kondisi tersebut memperlihatan banwa persoalan karhutla membutuhkan pendekatan sistematis dan berkelanjutan, bukan sekadar operasi pemadaman ketika api sudah membesar," tuturnya.
Oleh karenanya, dia mendorong pemerintah memperkuat strategi pencegahan karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Termasuk pemetaan potensi penjalaran api yang harus diterjemahkan menjadi tindakan konkret di lapangan.
"Dengan sistem seperti itu, sumber daya dapat dikerahkan lebih awal sehingga api dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran besar," paparnya.
Baca Juga: Menko Polkam: Kebakaran Bromo Diduga akibat Human Error
Puan juga menekankan pentingnya siaga bencana karhutla bagi masyarakat sekitar kawasan yang terbakar, mengingat kebakaran hebat dapat menyebabkan kabut asap yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan aktivitas masyarakat.
"Pemerintah daerah harus menyiapkan layanan kesehatan dan perlindungan khusus bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan apabila kualitas udara memburuk," ucap Puan.
"Keselamatan warga tidak boleh baru menjadi perhatian ketika dampak kebakaran telah masuk ke permukiman. Karhulta dapat mengganggu aktivitas masyarakat, dan hal ini harus turut menjadi aspek yang diperhatikan dalam penanganan karhutla," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








