17 Sekolah Nasional Terintegrasi Mulai Dibuka, Peserta Didik Capai 1.360 Orang

AKURAT.CO Sebanyak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026–2027. Sekolah tersebut menjadi bagian dari pengembangan SNT yang dilakukan pemerintah di sejumlah daerah di Indonesia.
"Berdasarkan hasil verifikasi, validasi, dan kunjungan ke lapangan, telah ditetapkan 37 lokasi yang akan dibangun pada tahun 2026. Dari 37 lokasi tersebut, 17 di antaranya akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026," ujar Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, di Jakarta, dikutip Selasa (11/8/2026).
Pembukaan 17 SNT tersebut sekaligus menandai dimulainya angkatan pertama program SNT untuk tahun ajaran 2026–2027. Seiring dengan dimulainya operasional sekolah, Kemendikdasmen telah menyelesaikan proses seleksi peserta didik melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026–2027.
Baca Juga: Tangis Haru Warnai MPLS Sekolah Rakyat, Kisah Ibu Buruh Harian Rela Anak Tinggal di Asrama
"Dari 2.068 pendaftar, telah lulus sebanyak 1.360 murid," ungkapnya.
Selain menyeleksi murid, Kemendikdasmen juga telah melakukan proses rekrutmen tenaga pendidik dan pimpinan sekolah untuk mendukung operasional SNT. Sebanyak 17 kepala sekolah telah dipilih dari sekitar 1.800 pendaftar kepala sekolah yang mengikuti proses seleksi dari berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya kepala sekolah, pemerintah juga telah merekrut 204 guru atau tenaga pendamping pembelajaran. Mereka nantinya akan mendukung pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, sekaligus mendampingi perkembangan para murid di SNT.
Baca Juga: Besok Senin, Anak Ogah Sekolah? Jangan Langsung Dimarahi, Coba 5 Cara Ini
Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, Kemendikdasmen juga telah menyiapkan berbagai perangkat pembelajaran, termasuk sistem pembelajaran digital. "Kami telah menyiapkan Learning Management System (LMS), termasuk juga bahan ajar dan peralatan pembelajaran digital," ucapnya.
Pemanfaatan LMS dan perangkat digital tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan perkembangan teknologi.
Gogot berharap SNT dapat menjadi lingkungan pendidikan yang mendorong murid untuk terus belajar, bertumbuh, dan meraih prestasi. "Semoga SNT dapat menjadi tempat bagi anak-anak kita untuk belajar, bertumbuh, dan berprestasi, serta kelak melahirkan pemimpin masa depan yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa," pungkasnya.
Skema Sekolah Nasional Terintegrasi adalah pembelajaran berkelanjutan dari SMP ke SMA dengan kurikulum nasional, diperkaya dengan kompetensi global dan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Perkembangan bakat siswa bibit unggul akan dipantau agar lebih tersalurkan.
SNT lahir dari mandat Presiden Prabowo untuk membangun 500 layanan sekolah jenjang SMP-SMA sebagai pusat mutu pendidikan yang menggerakkan ekosistem pendidikan di sekitarnya. SMP-SMA dikelola dalam satu sistem terintegrasi dan penjaminan mutu yang berkesinambungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 7Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








