Akurat Logo

Fadli Zon Dorong Kolaborasi Teknologi dan Kebudayaan di Karya Raya FTUI 2026

Saeful Anwar | 13 Agustus 2026, 17:34 WIB
Fadli Zon Dorong Kolaborasi Teknologi dan Kebudayaan di Karya Raya FTUI 2026
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat memberikan public lecture pada pembukaan Pagelaran Budaya “Karya Raya FTUI 2026” di Auditorium K.301 Adi Karsa Keteknikan, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI).

AKURAT.CO Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menekankan pentingnya kolaborasi antara kebudayaan dan teknologi dalam memajukan kebudayaan Indonesia.

Menurutnya, hilirisasi kebudayaan membutuhkan keterlibatan berbagai bidang keilmuan, termasuk Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Hal tersebut disampaikan Fadli Zon saat memberikan public lecture pada pembukaan Pagelaran Budaya “Karya Raya FTUI 2026” di Auditorium K.301 Adi Karsa Keteknikan, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI).

“Pemajuan kebudayaan membutuhkan kolaborasi berbagai bidang keilmuan, termasuk STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Teknologi dapat membuka banyak ruang untuk mengembangkan kebudayaan, mulai dari kecerdasan artifisial, teknologi digital, desain, arsitektur, hingga produksi seni dan budaya,” ujar Fadli Zon, Kamis (13/8/2026).

Menurut Fadli, gagasan tersebut sejalan dengan penyelenggaraan Karya Raya FTUI 2026 yang mempertemukan unsur engineering, innovation, dan culture.

Melalui kegiatan tersebut, kebudayaan tidak hanya ditampilkan sebagai pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara karya, teknologi, inovasi, dan nilai-nilai budaya Indonesia.

Fadli berharap Karya Raya dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem seni dan budaya Indonesia. Ia menilai kegiatan semacam itu dapat membuka ruang kolaborasi antara dunia seni, budaya, teknologi, dan pendidikan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Indonesia Prof. Ir. Mahmud Sudibandriyo mengatakan nilai-nilai budaya penting menjadi fondasi di tengah transformasi digital dan perkembangan teknologi.

Menurutnya, inovasi harus tetap berorientasi pada kemanusiaan, keberlanjutan, dan kepentingan masyarakat.

“Universitas Indonesia meyakini bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas menghasilkan lulusan yang unggul dan inovasi yang berkualitas, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk merawat kebudayaan, memperkuat karakter bangsa, serta menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan yang mampu menjawab tantangan masa depan,” ujar Mahmud.

Dekan FTUI Prof. Kemas Ridwan Kurniawan juga menilai teknologi dan budaya tidak dapat dipisahkan.

Perkembangan teknologi, kata dia, perlu tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan, budaya, dan kepentingan masyarakat.

Baca Juga: DPR Serap Aspirasi Buruh, RUU Ketenagakerjaan Dikebut

“Teknologi lahir dari budaya, memengaruhi budaya, dan pada saat yang sama harus mampu memberi manfaat bagi manusia dan masyarakat. Inilah semangat yang ingin kami bangun melalui Karya Raya FTUI 2026,” jelas Kemas.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.