Akurat Logo

DPD Puji Kebijakan Ekonomi Prabowo: Transformasi yang Diusung Ibarat Mencabut Duri dalam Daging

Putri Dinda Permata Sari | 14 Agustus 2026, 10:25 WIB
DPD Puji Kebijakan Ekonomi Prabowo: Transformasi yang Diusung Ibarat Mencabut Duri dalam Daging
Ketua DPD, Sultan Bachtiar Najamudin, dalam pidatonya pada Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI. - YouTube DPR RI

AKURAT.CO Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menyampaikan apresiasi kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, atas berbagai kebijakan yang dinilai mendorong kemandirian ekonomi nasional.

"DPD RI menyampaikan apresiasi yang tulus kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, yang secara kompak dan saling melengkapi, dalam menegakkan martabat bangsa," kata Sultan, dalam pidatonya pada Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dia menilai, berbagai kebijakan pemerintah telah diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi di tengah ketidakpastian geopolitik global. Presiden Prabowo telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kembali penguasaan negara terhadap bumi, air, dan kekayaan alam demi kemakmuran rakyat sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945.

Baca Juga: Muzani: Program MBG Jadi Bagian dari Investasi Indonesia Emas 2045

Sultan kemudian mengibaratkan transformasi ekonomi yang dilakukan pemerintahan Prabowo seperti mencabut duri yang tertancap di dalam daging. "Transformasi ekonomi yang diusung Presiden Prabowo ibarat mencabut duri dalam daging," ujarnya.

Dia menjelaskan, mencabut duri tentu menimbulkan rasa tidak nyaman. Namun, langkah tersebut tetap diperlukan agar persoalan yang selama ini menghambat perekonomian nasional dapat diselesaikan.

"Mencabut duri tentu tidak nyaman. Ada rasa perih, bahkan sedikit pendarahan. Namun, selama duri itu tetap tertancap, luka tidak akan pernah benar-benar sembuh," kata Sultan.

Menurutnya, "duri" yang dimaksud antara lain ketergantungan terhadap impor, rendahnya nilai tambah sumber daya alam, praktik under invoicing dan transfer pricing, inefisiensi, serta berbagai hambatan yang dinilai menggerus daya saing nasional.

Karena itu, transformasi ekonomi membutuhkan keberanian pemerintah dalam mengambil keputusan yang tidak selalu mudah, demi memperkuat fondasi ekonomi nasional dan mewujudkan Indonesia yang lebih berdaulat, maju, dan berdaya saing.

Sultan juga menilai sejumlah program pemerintah memiliki keterkaitan dalam membangun ekosistem kemandirian ekonomi. Di antaranya Danantara, kebijakan ekspor satu pintu, swasembada pangan dan energi, Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, hingga Kampung Nelayan Merah Putih.

Baca Juga: Sidang Tahunan MPR 2026 Resmi Dibuka: 629 Anggota Hadir, 103 Tidak Hadir

"Dalam pandangan DPD RI, kebijakan seperti itu merupakan sistem kebijakan yang terintegrasi dan saling terkait," jelasnya.

Capaian swasembada pangan mulai menunjukkan hasil dalam waktu kurang dari dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Dia juga menyoroti perkembangan kemandirian energi dan hilirisasi sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi nasional.

"Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari dua tahun, swasembada pangan, yang lama menjadi mimpi, kini menjadi kenyataan. Kemandirian energi menampakkan titik terangnya. Hilirisasi menjadi mata kunci," ungkap Sultan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.