Puan Ajak Masyarakat Jaga Ruang Digital dari Hoaks dan Politik Kebencian

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengajak seluruh elemen masyarakat dan media menjaga ruang digital dari politik kebencian, hoaks, dan narasi provokatif yang berpotensi memecah belah bangsa di tengah derasnya arus informasi.
Hal tersebut disampaikan Puan saat menyoroti maraknya disinformasi yang menyerang lembaga legislatif, mulai dari penggunaan video lama (old footage) yang dipotong, kutipan palsu yang mengatasnamakan pimpinan DPR, hingga informasi keliru mengenai pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU).
“Dalam konteks DPR RI, juga ditemukan berbagai informasi yang tidak benar, seperti kutipan palsu yang mengatasnamakan pimpinan atau anggota DPR, informasi keliru mengenai sikap DPR terhadap pembahasan Rancangan Undang-Undang, serta penggunaan video lama (old footage) dengan narasi baru yang tidak sesuai konteks,” tegas Puan dalam pidatonya pada Sidang Bersama DPR dan DPD RI yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Kondisi tersebut perlu disikapi dengan bijaksana dan proporsional. Kritik, aspirasi, dan pengawasan masyarakat merupakan bagian penting dari demokrasi yang harus dihormati. Pada saat yang sama, informasi yang keliru perlu diluruskan secara cepat, terbuka, dan berdasarkan fakta,” tambahnya.
Puan menilai masyarakat dan anggota DPR tidak seharusnya dipertentangkan akibat informasi yang tidak benar.
“DPR RI dan rakyat tidak semestinya diposisikan sebagai dua pihak yang saling berhadapan, bahkan dipertentangkan. Informasi yang keliru perlu diluruskan secara cepat, terbuka, dan berdasarkan fakta,” tuturnya.
Meski menyoroti maraknya hoaks, Puan menegaskan DPR tetap menghormati kritik dan aspirasi masyarakat sebagai bagian penting dalam demokrasi.
Namun, ia mengingatkan perlunya kedewasaan bersama dalam mengelola informasi di ruang publik.
Baca Juga: Ketua DPR Ingatkan Pemerintah: APBN Besar Harus Sejahterakan Rakyat
“Masyarakat diharapkan semakin cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi. Media dan platform digital harus semakin bertanggung jawab, sementara DPR dan lembaga negara terus memperkuat transparansi, memperbaiki komunikasi, merespons kritik secara terbuka, dan meningkatkan kualitas pelayanan serta kinerja,” ucapnya.
Puan juga mengimbau masyarakat lebih cermat dalam menyaring informasi dan meminta platform digital meningkatkan tanggung jawab dalam penyebaran informasi.
Di sisi lain, DPR diminta terus memperkuat transparansi dan komunikasi publik.
“Perbedaan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Kita boleh berbeda pandangan mengenai cara membangun negara, namun kita harus bersatu dalam tujuan melindungi rakyat dan memajukan kesejahteraan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









