Akurat Logo

NTT Gempa M 7,7 Hari Ini, 37 Gempa Susulan Terdeteksi BMKG

Nurma Nafisa Faradilla | 15 Agustus 2026, 09:41 WIB
NTT Gempa M 7,7 Hari Ini, 37 Gempa Susulan Terdeteksi BMKG
Ilustrasi peringatan gempa bumi. - iStock

AKURAT.CO Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 37 gempa bumi susulan dalam dua jam pemantauan setelah gempa utama terjadi.

BMKG telah mengakhiri Peringatan Dini Tsunami di NTT pada pukul 07.30 WIB. Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang dan waspada karena gempa susulan masih dapat terjadi selama beberapa hari hingga berminggu-minggu setelah gempa utama.

Baca Juga: Kalender Jawa 15 Agustus 2026: Weton Sabtu Wage Punya Watak Teguh dan Setia

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan aktivitas gempa susulan masih terdeteksi setelah gempa utama berkekuatan M 7,7.

Dalam dua jam observasi, BMKG mencatat sedikitnya 37 kali gempa bumi susulan. Menurut Wijayanto, kondisi tersebut merupakan hal yang masih mungkin terjadi setelah gempa besar.

"Dengan besaran gempa Magnitudo 7,7, tentu masih banyak sekali gempa susulan yang bisa berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu. Namun, bukan berarti masyarakat harus merasa panik, melainkan tetap waspada," kata Wijayanto dalam konferensi pers daring, Sabtu (15/8/2026).

Ia menjelaskan, kekuatan gempa susulan diperkirakan akan berangsur meluruh dan mengecil. Masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika berada di sekitar bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan.

Gempa Utama NTT Terjadi Pukul 04.58 WIB

Gempa utama yang mengguncang NTT terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB. Gempa tersebut memiliki magnitudo 7,7 dengan kedalaman 10 kilometer.

Episenter gempa berada di koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur. Lokasinya sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Berdasarkan penjelasan BMKG, gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar naik busur belakang atau back-arc thrust. Struktur tersebut diketahui memiliki potensi menghasilkan gempa dengan kekuatan maksimal hingga sekitar M 7,8.

Baca Juga: Misbakhun Ungkap Alasan LKPP Bakal Diubah Jadi Badan

BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami NTT

Peringatan Dini Tsunami yang dikeluarkan setelah gempa utama kemudian diakhiri BMKG pada pukul 07.30 WIB.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengatakan pihaknya terus memantau aktivitas gempa susulan serta perubahan ketinggian air laut.

"Pada pukul 07.30 WIB Peringatan Dini Tsunami resmi berakhir. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Nelly.

Menurut BMKG, berdasarkan hasil pemantauan instrumen, tidak terdapat lagi potensi tsunami yang membahayakan setelah peringatan dini tersebut berakhir.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi BMKG dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Tsunami Kecil Sempat Terdeteksi

Sebelum Peringatan Dini Tsunami berakhir, gelombang tsunami kecil sempat terdeteksi di sejumlah wilayah.

Gelombang setinggi sekitar 0,3 meter tercatat di Labuan Bajo. Selain itu, laporan mengenai kemunculan gelombang juga diterima dari wilayah pesisir Sikka.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari pemantauan BMKG setelah gempa utama M 7,7 terjadi. Setelah dilakukan observasi dan evaluasi terhadap kondisi laut, BMKG kemudian menyatakan Peringatan Dini Tsunami berakhir pada pukul 07.30 WIB.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Besok 13 Agustus 2026: Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Menurut BMKG

Gempa Susulan NTT Masih Perlu Diwaspadai

BMKG mengingatkan masyarakat bahwa berakhirnya Peringatan Dini Tsunami bukan berarti seluruh risiko akibat aktivitas gempa telah hilang.

Gempa susulan masih dapat terjadi setelah gempa utama. Namun, Wijayanto menjelaskan bahwa kekuatan gempa susulan diperkirakan akan semakin menurun seiring waktu.

Karena itu, masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Bangunan yang retak atau rusak sebaiknya dihindari karena dapat membahayakan apabila kembali terjadi guncangan.

BMKG juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti pembaruan melalui kanal resmi pemerintah.

BMKG Catat Gempa M 5,3 di Manggarai

Selain rangkaian gempa susulan, BMKG juga mencatat gempa berkekuatan M 5,3 di 55 kilometer barat laut Manggarai, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05.53 WIB.

Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer dengan koordinat 8,19 Lintang Selatan dan 120,28 Bujur Timur. Berdasarkan informasi BMKG, gempa M 5,3 tersebut tidak berpotensi tsunami.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.

Gempa M 5,3 di Manggarai tersebut tercatat tidak lama setelah gempa utama M 7,7 yang terjadi pada pukul 04.58 WIB. Aktivitas tersebut menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat di tengah rangkaian aktivitas kegempaan di NTT.

Guncangan Gempa NTT M 7,7 Dirasakan di Sejumlah Wilayah

Gempa NTT M 7,7 dirasakan dengan intensitas berbeda di sejumlah wilayah. Berdasarkan informasi BMKG, guncangan terkuat mencapai skala VII MMI.

Pada skala VII MMI, guncangan dirasakan di Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, dan Kota Mbay. Guncangan membuat banyak warga berhamburan keluar rumah dan menyebabkan kerusakan ringan pada sejumlah struktur bangunan.

Sementara itu, intensitas VI MMI dirasakan di Wolowae, Kabupaten Nagekeo, dan Kota Bajawa. Guncangan tersebut membuat warga terkejut dan berlari keluar rumah.

Adapun skala V MMI dirasakan di Kota Borong dan Ruteng. Guncangan cukup kuat hingga membangunkan sebagian warga dari tidur.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Ada Gempa Susulan?

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak perlu tetap memperhatikan keselamatan setelah gempa utama. Salah satu langkah penting adalah menjauhi bangunan yang terlihat retak, rusak, atau berpotensi roboh.

Baca Juga: BMKG: Gerhana Matahari Total 12 Agustus Tak Terlihat di Indonesia

Warga juga sebaiknya tidak langsung kembali ke bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman. Informasi mengenai aktivitas gempa dan kondisi tsunami perlu diperoleh dari sumber resmi agar tidak menimbulkan kepanikan.

Dengan masih adanya kemungkinan gempa susulan, masyarakat NTT diimbau tetap waspada tanpa perlu panik. Pembaruan mengenai aktivitas gempa maupun kondisi tsunami dapat berubah sehingga informasi resmi BMKG menjadi rujukan utama.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.