Akurat Logo

Motor Listrik Nasional Bisa Jadi Langkah Strategis Perkuat Industri Indonesia

Ayu Rachmaningtyas | 16 Agustus 2026, 23:44 WIB
Motor Listrik Nasional Bisa Jadi Langkah Strategis Perkuat Industri Indonesia
Motor listrik.

AKURAT.CO Rencana Presiden Prabowo Subianto meresmikan program motor listrik nasional merupakan langkah positif dan strategis untuk memperkuat kemandirian industri Indonesia.

“Ini bukan sekadar soal kendaraan listrik, tetapi bagian dari visi besar Presiden Prabowo untuk membangun Indonesia yang semakin mandiri secara ekonomi, teknologi, dan industri. Negara tidak boleh terus-menerus bergantung pada produk dan teknologi dari luar,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).

Menurutnya, pengembangan motor listrik nasional menunjukkan agenda hilirisasi dan industrialisasi pemerintahan Prabowo mulai diarahkan pada sektor yang berdampak langsung terhadap masyarakat sekaligus memiliki prospek ekonomi jangka panjang.

“Motor listrik harus kita lihat sebagai bagian dari ekosistem industri nasional. Mulai dari riset dan teknologi, baterai, komponen, manufaktur, hingga jaringan distribusi dan layanan purnajual,” ujarnya.

“Kalau rantai pasoknya semakin banyak dikerjakan di dalam negeri, maka nilai tambah dan lapangan kerja juga semakin besar berada di Indonesia,” lanjutnya.

Dorong Kedaulatan Energi

Iwan mengatakan program motor listrik nasional juga sejalan dengan gagasan kedaulatan energi. Indonesia memiliki sumber daya mineral strategis yang dapat menjadi basis pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik.

Karena itu, ia menilai kekayaan sumber daya alam harus diolah menjadi kekuatan industri nasional, bukan sekadar diekspor dalam bentuk bahan mentah.

Baca Juga: Prabowo Dorong Produksi Motor Listrik Nasional Capai 2 Juta Unit

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.