Akurat Logo

Hari Kelima Gempa NTT, 253 Ton Bantuan Telah Dikirim Lewat Udara

Moehamad Dheny Permana | 20 Agustus 2026, 00:00 WIB
Hari Kelima Gempa NTT, 253 Ton Bantuan Telah Dikirim Lewat Udara
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat menyampaikan keterangan terkait pemberangkatan 5 pesawat TNI AU yang membawa 65 ton logistik bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.

AKURAT.CO Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, memberangkatkan lima pesawat TNI Angkatan Udara (AU) yang membawa 65 ton logistik untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Logistik tersebut diberangkatkan dari Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (19/8/2026).

Teddy tiba di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma sekitar pukul 03.30 WIB.

Dia didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Ali Gusman, serta Komandan Grup 1 Angkut TNI AU Marsma TNI I Gusti Putu Setia Darma.

Sebelum pelepasan, Teddy bersama Gus Ipul dan rombongan meninjau langsung pesawat angkut berat Airbus A400M Atlas bernomor ekor A-4001.

Mereka masuk ke dalam badan pesawat untuk memastikan bantuan telah dimuat dan siap diterbangkan menuju NTT.

“Atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026 jam 04.00 pagi, kembali diberangkatkan lima pesawat menuju NTT. Hari ini total membawa 65 ton logistik,” kata Teddy.

Teddy mengatakan, pengiriman bantuan melalui jalur udara telah dilakukan sejak hari pertama bencana. Pada pengiriman awal, sebanyak 27 ton logistik diterbangkan ke wilayah terdampak.

Hingga hari kelima pascabencana, total bantuan yang telah diangkut melalui jalur udara mencapai 253 ton.

Bantuan tersebut terdiri atas makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan lainnya bagi masyarakat terdampak.

Untuk mempercepat distribusi, pemerintah membangun dua posko utama di Labuan Bajo dan Maumere.

Posko Labuan Bajo menjadi titik distribusi bantuan menuju wilayah Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara dari Maumere, bantuan didorong menuju Sikka, Ende, Nagekeo, serta wilayah lain yang membutuhkan.

Baca Juga: Kemendagri Dorong Analis Kebijakan Perkuat Formulasi Berbasis Data

“Semua logistik didorong ke daerah-daerah tersebut menggunakan jalur udara lewat helikopter dan pesawat Cassa, kemudian lewat laut dan jalur darat,” ujar Teddy.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.