Akurat Logo

Sanggup Hadapi Bencana Ring of Fire, Presiden Prabowo Perintahkan Tambah Anggaran Mitigasi Nasional Signifikan

Nuzulul Karamah | 8 September 2026, 15:07 WIB
Sanggup Hadapi Bencana Ring of Fire, Presiden Prabowo Perintahkan Tambah Anggaran Mitigasi Nasional Signifikan
Sanggup Hadapi Bencana Ring of Fire, Presiden Prabowo Perintahkan Tambah Anggaran Mitigasi Nasional. - Cr: Biro Pers Setpres

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen tinggi pemerintah dalam memperkuat benteng mitigasi bencana di Tanah Air.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Prabowo kala memimpin rapat terbatas via konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta.

​Agenda strategis tersebut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih beserta kepala badan terkait guna mengevaluasi langkah penanganan serangkaian bencana, mulai dari gempa Flores, erupsi Gunung Anak Krakatau, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

​“Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores, kemudian aktivitas Gunung Anak Krakatau, dan juga kebakaran hutan serta asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,” ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga: Yusril Klarifikasi Buku Islam Ala Prabowo: Saya Hanya Diwawancarai

​Di kawasan Flores yang sempat diguncang gempa magnitudo 7,7 pertengahan Agustus lalu, pemerintah memastikan pasokan kebutuhan pokok serta fasilitas vital, seperti listrik, air bersih, akses komunikasi, BBM, moda transportasi, layanan kesehatan, hingga sekolah, mulai pulih secara bertahap.

​Proses pemulihan jangka panjang turut digenjot melalui pengoperasian tenda belajar darurat, penyusunan peta jalan ekonomi, pembangunan hunian sementara (huntara), serta verifikasi kerusakan rumah.

Menyokong langkah cepat ini, dana bantuan senilai Rp200 miliar resmi digelontorkan ke Pemda Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Prabowo Akui Ada Keterlambatan Penanganan Karhutla, Siapkan Masterplan Antisipasi Potensi Bencana

​Langkah Tegas Karhutla dan Operasi Udara Anak Krakatau

​Tak kalah krusial, penanganan karhutla juga mendapat sorotan tajam dari Presiden.

Armada udara diterjunkan masif lewat 19 pesawat modifikasi cuaca/patroli dan 36 pesawat water bombing.

​Hingga awal September 2026, tercatat 138 orang ditetapkan sebagai tersangka dari total area terbakar seluas 8.637 hektare.

Sanksi tegas turut menghantam dunia usaha; 18 perusahaan dijatuhi pembekuan izin dan 42 entitas resmi dicabut izin operasionalnya. Prabowo pun mencium indikasi kuat pembakaran sengaja demi alih fungsi lahan.

​“Saya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi. Tolong diselidiki terus,” tegas Presiden.

​Sementara itu, guna meredam dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sempat mengganggu lalu lintas penerbangan dan memicu penutupan beberapa bandara, pemerintah menggelar operasi modifikasi cuaca untuk meluruhkan material abu di udara.

​Menutup arahannya, Presiden mengingatkan posisi Indonesia yang berada di wilayah Ring of Fire menuntut kesiapsiagaan penuh.

Ia menginstruksikan penyusunan master plan mitigasi bencana yang komprehensif, disokong modernisasi alutsista kebencanaan seperti drone, helikopter, ekskavator, hingga pesawat modifikasi cuaca.

​“Jadi kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan,” tutup Presiden Prabowo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.