Akurat Logo

Jepang Kirim 3 Helikopter Chinook dan Ratusan Personel, Bantu Tangani Karhutla di Kalimantan

Ayu Rachmaningtyas | 8 September 2026, 18:32 WIB
Jepang Kirim 3 Helikopter Chinook dan Ratusan Personel, Bantu Tangani Karhutla di Kalimantan
Pemerintah Jepang akan mengirimkan 3 Helikopter Chinook bantu tangani karhutla di Kalimantan. - Akurat.co/Ayu Rachmaningtyas

AKURAT.CO Pemerintah Jepang akan memberikan bantuan tiga helikopter CH-47 Chinook untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Ketiga helikopter tersebut memiliki kemampuan mendukung operasi pemadaman melalui water bombing.

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo, mengatakan dalam pengoperasiannya Jepang juga mengerahkan sekitar 180 personel, yang terdiri dari kru untuk mengoperasikan ketiga helikopter tersebut dan unsur-unsur pendukung lainnya.

"Ketiga helikopter dibawa menggunakan kapal JS Kunisaki bersama sekitar 150 awak kapal. Kapal tersebut dijadwalkan tiba di Terminal Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, pada 9 September 2026," kata Tri Budi dalam konferensi pers melalui daring, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Puan Soroti Lahan Bekas Karhutla Jadi Kebun Sawit: Harus Diselidiki

Dia menjelaskan, helikopter tersebut tidak langsung digunakan dalam operasi. Namun, pemerintah akan melakukan penyiapan sistem dan flight test untuk memastikan kesiapan dan keselamatan penerbangan.

Nantinya jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, helikopter tersebut diperkirakan dapat beroperasi melakukan pemadaman pada 12-19 September 2026. Namun, jadwal tersebut tetap menyesuaikan kesiapan dan perkembangan situasi karhutla di lapangan.

Bantuan ini merupakan implementasi dari perjanjian Defence Cooperation Arrangement (DCA), antara Indonesia dan Jepang yang telah ditandatangani. Salah satu ruang lingkup DCA adalah kerja sama pengelolaan bencana, termasuk Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR).

"Dukungan ini merupakan wujud nyata daripada implementasi Defence Cooperation Arrangement atau DCA antara Pemerintah Indonesia dan Jepang yang ditandatangani pada 4 Mei 2026," ujarnya.

Dia menegaskan bantuan Jepang tidak menggantikan kemampuan nasional Indonesia. Namun memperkuat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

"Dan kami ingin menegaskan bahwa dukungan Jepang berfungsi memperkuat, bukan menggantikan kemampuan nasional Indonesia. Seluruh kemampuan nasional tetap dikerahkan," ujarnya.

Baca Juga: Ratusan Perusahaan Pemegang HGU Diminta Perkuat Penanganan Karhutla di Tengah Puncak El Nino

Dalam pelaksanaannya, bantuan Jepang akan diintegrasikan dengan operasi penanganan karhutla pemerintah Indonesia. Kementerian Pertahanan menyerahkan pengawasan operasional helikopter kepada TNI.

Dengan menangani aspek security dan flight clearance, menempatkan safety officer pada setiap helikopter, serta mengoordinasikan misi penerbangan bersama BNPB.

"Jadi, kami perlu tegaskan bahwa Indonesia tetap memegang kendali dalam penanganan karhutla. Kehadiran aset dan personel Jepang untuk mengoperasionalkan serta mendukung kemampuan yang mereka berikan, sedangkan pelaksanaan misinya terintegrasi dengan mekanisme operasi Pemerintah Indonesia," jelasnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.