RUU Reforma Agraria Jadi Terobosan Mengatasi Ketimpangan Penguasaan Lahan

AKURAT.CO Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengaturan Reforma Agraria menjadi terobosan, yang tidak hanya untuk mengurangi konflik, namun juga harus menyelesaikan permasalahan ketimpangan penguasaan tanah.
Anggota Pansus Reforma Agraria DPR, Azis Subekti, mengatakan, sejauh ini belum ada negara yang dapat menghapus ketimpangan penguasaan tanah secara total.
Namun, kebijakan reforma agraria harus diarahkan untuk memperkecil ketimpangan, agar tidak mengganggu struktur sosial dan ekonomi masyarakat.
"Ketimpangan itu tidak akan pernah dihapus. Yang penting bagaimana kita memperkecilnya, sehingga tidak mengganggu struktur kehidupan seluruh warga negara," ujarnya, dalam Media Briefing "RUU Pengaturan Reforma Agraria" di Ruang Abdul Muis, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Anggota Komisi II DPR itu berpendapat pentingnya data pertanahan yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan reforma agraria.
Baca Juga: RUU Reforma Agraria Amanatkan Pembentukan BRAN untuk Bantu Selesaikan Konflik
Dalam hal ini, pemerintah tidak dapat hanya mengandalkan klaim kepemilikan tanpa dukungan data yang terintegrasi.
"Konflik agraria selama ini juga dipicu oleh ketidakterhubungan data antarlembaga, sehingga diperlukan terobosan melalui RUU Pengaturan Reforma Agraria," ujarnya.
Azis menuturkan, idealnya setelah lima tahun Indonesia merdeka, pemerintah sudah melakukan reformasi agraria. Pasalnya, banyak peninggalan kolonial yang diterima dan masuk dalam aset negara atau menjadi BUMN.
"Karena kan kita lama dalam kolonialisme, aset-aset yang kita terima, aset negara itu kan termasuk aset perusahaan yang kemudian bikin BUMN dan lain-lain. Dengan perkembangan teknologi modern, harusnya negara sudah tidak bicara lagi tentang pengaturan tapi pengaturan data. Kenapa? Karena negara maju, jelasnya.
Untuk itu, Azis menilai RUU Pengaturan Reforma Agraria dapat menjadi sebuah terobosan untuk mengatasi ketimpangan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









