BGN Investigasi SPPG Watubangga Baruga Imbas 57 Siswa Diduga Keracunan MBG

AKURAT.CO Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan investigasi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Watubangga Baruga Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), imbas 57 pelajar alami keluhan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG).
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyadi, menyampaikan investigasi tersebut untuk mencari penyebab kelalaian dalam pelayanan makan bergizi yang tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP) dari BGN.
Nantinya, BGN akan melakukan evaluasi menyeluruh mulai dari proses pengadaan bahan pangan, penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, pemrosesan hingga distribusi makanan.
Baca Juga: 57 Siswa Diduga Keracunan MBG, BGN Tutup SPPG di Watubangga Baruga
"Sampel makanan juga telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang," kata Mulyadi, dikutip Antara, Minggu (20/9/2026).
Sampel makanan yang didistribusikan kepada para pelajar pada Jumat (18/9/2026) juga sudah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Sultra. Selain itu, petugas Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) juga turun mengambil sampel di SPPG Watubangga Baruga.
"Saat ini sedang dilakukan uji laboratorium sampel makanan guna mengetahui penyebab utama kejadian itu," imbuhnya.
Untuk mencegah kejadian yang sama di tempat lain, BGN juga meminta seluruh SPPG se-Sulawesi Tenggara memperketat pengawasan standar keamanan pangan termasuk kualitas bahan pangan sebelum diolah dan distribusikan ke penerima manfaat.
Baca Juga: Jalani Perawatan Karena Keracunan MBG, Agnesia dan Febiona Dinyatakan Sehat
Selain itu, BGN meminta setiap SPPG konsisten menerapkan pelayanan makanan sesuai SOP yang ditetapkan tanpa menambah ataupun mengurangi ketentuan dari badan gizi.
Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan sekaligus sekretaris Satgas MBG Kota Kendari, Abdul Rauf, menjelaskan pihaknya selalu siap berkoordinasi dengan SPPG dalam menjalankan pengawasan pangan untuk program pemerintah.
Pengawasan itu dimulai dari kelayakan bahan pangan seperti kualitas beras, sayuran, daging dan ikan sebelum didistribusikan ke SPPG. "Yang pasti pemkot selalu meminta koordinasi dengan SPPG kalau ada pangan yang tidak layak dan kami meminta semua dilakukan sesuai SOP dari BGN," ujar Rauf.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







