Kekeringan Masih Melanda, BNPB Minta Warga Siapkan Cadangan Air Bersih

AKURAT.CO Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak di tengah kekeringan yang masih melanda sejumlah wilayah.
Pemerintah daerah juga diminta memastikan distribusi air bersih menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan imbauan tersebut menyusul kekeringan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang berdampak terhadap 400 kepala keluarga (KK) atau 1.450 jiwa.
Dampak kekeringan tersebut tersebar di Kecamatan Ciater, Cipeundeuy, Cisalak, dan Subang.
Sebagai upaya penanganan, sebanyak 5.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada warga Kampung Babakan Waru, Desa Palasari, Kecamatan Ciater.
Berton mengatakan, masyarakat perlu mengelola persediaan air secara efisien untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan. Warga juga diimbau menyimpan cadangan air bersih selama persediaan masih tersedia.
“Menghadapi dampak kekeringan, masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak, menyimpan cadangan air bersih selama pasokan masih tersedia, serta memanfaatkan sumber air secara efisien,” kata Berton dalam keterangan BNPB, Selasa (13/10/2026).
Selain upaya penghematan oleh masyarakat, koordinasi pemerintah daerah dinilai penting agar bantuan air bersih dapat disalurkan secara merata kepada warga terdampak.
“Pemerintah daerah dan masyarakat dapat berkoordinasi untuk memastikan distribusi air bersih menjangkau warga yang membutuhkan,” ujarnya.
BNPB Catat Sejumlah Kebakaran Lahan
Selain kekeringan, BNPB mencatat sejumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah.
Di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, kebakaran lahan seluas 25 hektare berhasil dipadamkan pada Senin (12/10/2026).
Kebakaran juga terjadi di Palopo dan Pinrang, Sulawesi Selatan, dengan luas lahan masing-masing sekitar satu hektare dan 1,5 hektare.
Sementara itu, kebakaran lahan seluas dua hektare di Toraja Utara berhasil dipadamkan pada Selasa (13/10/2026) dini hari. Penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan.
Berton mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan temuan titik api agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.
“Masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada petugas setempat agar dapat ditangani sedini mungkin,” kata Berton.
Baca Juga: Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional, Pemerintah Ungkap Alasannya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










