Penyimpanan Sistem Android Membengkak? Ini Penyebab dan Solusinya

AKURAT.CO Banyak pengguna Android mengeluhkan ruang penyimpanan internal yang cepat penuh, bahkan ketika aplikasi yang diunduh tidak terlalu banyak. Salah satu penyebab utamanya adalah membengkaknya ukuran penyimpanan sistem, yang pada beberapa perangkat bisa mencapai lebih dari 15 GB.
Menurut penelusuran dari berbagai sumber teknis dan komunitas pengguna, penyimpanan sistem Android mencakup lebih dari sekadar sistem operasi. Berikut ini beberapa faktor utama yang membuat ukuran sistem membesar:
Sistem Operasi dan Antarmuka Pabrikan
Versi Android terbaru seperti Android 12, 13, atau 14 memang hadir dengan fitur dan keamanan yang lebih canggih. Namun, pembaruan ini juga membawa dampak pada ukuran file sistem yang kian besar.
Tak hanya itu, sejumlah produsen ponsel seperti Samsung, Xiaomi, OPPO, dan Vivo turut menyematkan antarmuka kustom (seperti One UI, MIUI, dan ColorOS) yang menambah beban penyimpanan.
Aplikasi Bawaan dan Partisi Tersembunyi
Aplikasi pra-instal (bloatware) juga berkontribusi besar pada memori sistem. Aplikasi seperti YouTube, Facebook, atau TikTok versi pabrik umumnya tidak bisa dihapus oleh pengguna biasa. Selain itu, sistem Android menyisihkan ruang untuk partisi tersembunyi seperti recovery, cache, serta file pembaruan (OTA update) yang kadang tidak otomatis terhapus.
Cara Mengurangi Beban Sistem
Meski penyimpanan sistem tidak sepenuhnya bisa dikendalikan pengguna, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meringankan beban:
- Bersihkan cache dan file sementara, baik melalui pengaturan bawaan maupun aplikasi pihak ketiga seperti Files by Google atau SD Maid.
- Nonaktifkan aplikasi bawaan yang tidak digunakan untuk mengurangi cache dan aktivitas latar belakang.
- Lakukan reset pabrik secara berkala, terutama jika ponsel terasa lambat atau penyimpanan tidak wajar.
- Bagi pengguna tingkat lanjut, menggunakan custom ROM seperti LineageOS bisa menjadi solusi untuk sistem yang lebih ringan. Namun, metode ini berisiko dan tidak disarankan untuk pengguna awam.
Perlu dicatat, sebagian besar pengguna tidak menyadari bahwa sistem Android tidak hanya menyimpan file inti, tetapi juga mencadangkan pembaruan, menyimpan log sistem, dan cache aplikasi. Jika penyimpanan perangkat terasa sesak tanpa sebab yang jelas, besar kemungkinan sumbernya berasal dari lapisan dalam sistem itu sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal



