AI Dapat Merevolusi Pengisian Daya Kendaraan Listrik

AKURAT.CO Penelitian baru menunjukkan bahwa kecerdasan buatan (AI) bisa menjadi kunci untuk meningkatkan pengisian daya kendaraan listrik (EV).
Dalam studi kecil oleh Institut Penelitian Transportasi Universitas Michigan (UMTRI) dan startup Utilidata, AI digunakan untuk menganalisis perilaku pengisian EV, dengan harapan dapat meningkatkan keandalan jaringan listrik dan pengalaman pengemudi.
Para peneliti menemukan bahwa pengisian daya EV sering kali tidak konsisten dan dapat menurunkan kualitas daya, berpotensi merusak peralatan pengisian. Masalah ini membuang energi dan menyebabkan pengisi daya rusak, sehingga AI yang dapat mendeteksi dan memprediksi masalah ini diharapkan menjadi solusi yang revolusioner.
AI tidak hanya dapat memberi tahu utilitas tentang dampak pengisian daya terhadap jaringan, tetapi juga memberikan saran kepada pengemudi tentang waktu dan tempat pengisian yang optimal serta membantu perusahaan merawat peralatan mereka.
Dikutip dari Theverge.com, Kamis (30/5/2024), dalam studi ini, peneliti memasang adaptor meteran listrik dengan platform AI Utilidata Karman di enam stasiun pengisian EV di Universitas Michigan.
Baca Juga: Hyundai Siap Kerja Sama Hadirkan Kendaraan Listrik untuk Pejabat di IKN
Karman menganalisis berbagai parameter seperti tegangan dan arus antara Maret dan Juni tahun lalu. Peneliti juga memantau kebiasaan pengisian 10 pengemudi yang sering mengunjungi kampus.
Temuan awal menunjukkan bahwa AI dapat membantu utilitas mengatasi tantangan yang datang dengan meningkatnya penggunaan EV. Mengingat jaringan listrik di AS sudah tertekan oleh permintaan dari pusat data AI, penambangan kripto dan teknologi energi bersih.
AI diharapkan bisa memainkan peran besar di 'tepi jaringan', di mana perangkat seperti baterai EV dan panel surya semakin banyak digunakan. Salah satu masalah yang diidentifikasi adalah short-cycling, di mana kendaraan menarik daya secara tidak konsisten, memanaskan kabel dan transformator berlebihan serta mengurangi efisiensi energi.
Studi ini menegaskan bahwa perilaku pengisian daya EV sering tidak diketahui oleh banyak pihak, sehingga ada kebutuhan mendesak untuk membuka data ini. Namun, para peneliti memperingatkan agar tidak terlalu khawatir tentang pemadaman listrik akibat pengisian EV karena utilitas memiliki banyak langkah untuk mencegahnya.
Seiring dengan meningkatnya adopsi EV, AI dapat membantu mempersiapkan jaringan listrik untuk menghadapi tantangan ini. Bahkan, armada baterai EV bisa berfungsi sebagai pembangkit listrik virtual, menyediakan daya saat dibutuhkan.
Dengan persiapan yang tepat, transisi ke kendaraan listrik dapat dilakukan dengan lancar, menjadikan EV lebih terjangkau dan jaringan listrik lebih andal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








