Akurat Logo

Marak Kecelakaan, Pengendara Mobil Punya Risiko Besar di Perlintasan KA

Yusuf Tirtayasa | 29 April 2026, 14:01 WIB
Marak Kecelakaan, Pengendara Mobil Punya Risiko Besar di Perlintasan KA

AKURAT.CO Mudik dan mobilitas harian membuat banyak pengendara mobil harus melintasi perlintasan kereta api. Namun sejumlah kecelakaan di perlintasan sebidang kembali menjadi perhatian.

Hal itu setelah tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur dipicu taksi online yang mogok dan tertabrak KRL hingga menimbulkan gangguan sinyal.

Peristiwa kecelakaan kereta di kawasan Bekasi Timur menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada infrastruktur.

Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengatakan kecelakaan di perlintasan sebidang masih didominasi oleh faktor kendaraan dan perilaku pengemudi di jalan.

Ia menilai kecelakaan di perlintasan kereta api seringkali berkaitan dengan faktor kendaraan seperti mogok, muatan berlebih, hingga kesalahan pengemudi dalam mengambil keputusan saat melintasi rel.

Situasi ini dapat berujung fatal karena kereta memiliki jarak pengereman panjang dan tidak dapat berhenti secara mendadak ketika kendaraan berada di jalur rel.

Banyak Kecelakaan Libatkan Mobil

Risiko kecelakaan mobil di perlintasan kereta meningkat akibat pelanggaran pengendara dan masalah teknis kendaraan.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan tahun 2026, tercatat sebanyak 40 kecelakaan terjadi di perlintasan sebidang.

Mayoritas insiden (57,5 persen) terjadi di perlintasan tanpa palang pintu sebanyak 23 kejadian, sementara 17 kejadian lainnya (42,5 persen) terjadi di perlintasan berpalang pintu.

Pemicu utama kecelakaan didominasi oleh perilaku pengendara yang menerobos (34 kasus), diikuti kendaraan mogok (4 kasus), dan keterlambatan penutupan palang pintu (3 kasus).

Dampak kecelakaan ini sangat fatal, merenggut 25 nyawa (61 persen), serta menyebabkan 5 luka berat (12 persen) dan 11 luka ringan (27 persen).

Adapun kendaraan yang terlibat meliputi 22 mobil (55 persen) dan 18 sepeda motor (45 persen).

Djoko yang juga akademisi Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata menuturkan sejumlah kejadian kendaraan mogok di perlintasan kereta api sering dipicu oleh masalah teknis kendaraan.

Beberapa di antaranya adalah mobil yang tiba-tiba mati mesin saat melintas di rel, sepeda motor yang roda belakangnya tersangkut akibat membawa muatan berat, hingga truk yang tersangkut karena perbedaan elevasi jalan dan rel.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.