BYD Klaim Rangka Aluminium Baru Lebih Ringan dan Kuat Dibanding Baja

AKURAT.CO BYD mengklaim berhasil mengembangkan rangka kendaraan berbahan aluminium yang lebih ringan dibandingkan baja konvensional. Teknologi tersebut digunakan pada SUV premium Yangwang U8L yang baru diperkenalkan perusahaan.
Produsen mobil listrik asal China itu menyebut rangka aluminium terbaru mampu memberikan kombinasi antara bobot ringan, kekuatan tinggi, dan tingkat keamanan yang lebih baik. Bahkan, struktur tersebut diklaim lolos uji pengangkatan dengan beban hingga 12 ton.
Dalam industri kendaraan listrik, pengurangan bobot menjadi salah satu fokus utama para produsen. Bobot yang lebih ringan dapat membantu meningkatkan efisiensi energi, performa, serta jarak tempuh kendaraan.
Karena alasan tersebut, berbagai merek otomotif terus mencari alternatif material selain baja. Tujuannya adalah mendapatkan struktur yang lebih ringan tanpa mengurangi standar keselamatan.
Untuk proyek Yangwang U8L, tim insinyur BYD ditugaskan mengembangkan rangka kendaraan berukuran besar yang tetap kuat dan tahan korosi. Setelah melakukan berbagai pengujian, mereka memilih aluminium seri 6 dan seri 7 yang umum digunakan di industri dirgantara.
Baca Juga: BYD Gelar Tech Culture Fest 2026 di GBK, Tampilkan Teknologi EV hingga Wahana Off-Road
Keunggulan utama teknologi ini tidak hanya berasal dari material yang digunakan. BYD juga mengembangkan proses produksi khusus bersama pemasok industri penerbangan Hangte.
Metode yang digunakan adalah pengecoran tekanan rendah atau low-pressure casting. Proses ini membuat logam cair dapat mengalir secara perlahan ke dalam cetakan sehingga menghasilkan struktur yang lebih padat dan minim cacat.
Dikutip dari Electrek, Kamis (4/6/2026), teknologi tersebut berbeda dengan metode Giga Casting yang dikenal luas melalui Tesla. BYD mengklaim proses baru ini mampu mengurangi rongga udara dan turbulensi selama proses produksi.
Menurut perusahaan, jumlah komponen rangka berhasil dipangkas dari 251 menjadi 119 bagian. Selain itu, sebanyak 67 komponen pada bagian belakang kendaraan digabung menjadi satu cetakan utuh sehingga proses produksi menjadi lebih sederhana.
BYD juga menyebut panjang pengelasan berkurang dari sekitar 100 meter menjadi hanya 9 meter. Meski bobot kendaraan berkurang sekitar 56 kilogram, tingkat kekakuan torsional rangka diklaim meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan SUV berukuran serupa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Drone Buatan Inggris Dipakai Ukraina, Rusia Mengancam: Semakin Terlibat, Semakin Tinggi Harga yang Harus Dibayar!
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 4Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk







