Akurat Logo

Mengapa Rem Mobil Berdecit? Penyebab, Cara Mengatasi dan Cara Merawat

Redaksi Akurat | 13 Juni 2026, 21:58 WIB
Mengapa Rem Mobil Berdecit? Penyebab, Cara Mengatasi dan Cara Merawat
Mobil

AKURAT.CO Banyak orang sering bertanya, mengapa rem mobil berdecit saat diinjak?

Suara berdecit pada rem bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem pengereman yang tidak boleh diabaikan.

Untuk memahami lebih dalam, mari kita bahas penyebab umum rem mobil berdecit serta cara mengatasinya.

Baca Juga: Bank Mandiri Perbarui Kopra Mobile, Transaksi Bisnis Kian Praktis

Penyebab Rem Mobil Berdecit yang Sering Terjadi

Rem Terkena Rembesan Oli

Jika ada kebocoran oli, cairan tersebut bisa masuk hingga ke bagian kampas atau cakram rem. Akibatnya, rem berbunyi dan performanya menurun. Selain membuat rem berdecit, masalah ini juga berpotensi mengganggu sistem kerja mesin.

Kampas Rem Penuh Debu atau Kotoran

Debu jalanan, pasir, maupun kotoran lain yang menempel di kampas rem dapat menyebabkan gesekan kasar dengan cakram. Inilah yang membuat suara berisik muncul setiap kali pedal rem ditekan.

Mengemudi Saat Jalan Basah atau Hujan

Salah satu alasan rem mobil mengeluarkan bunyi adalah karena kendaraan digunakan di jalan yang tergenang air atau saat hujan deras. Percikan air mengenai cakram membuat permukaan rem menjadi licin dan menimbulkan suara decitan ketika diinjak. Kondisi ini biasanya hanya sementara, jadi tidak perlu terlalu khawatir jika terjadi saat musim hujan.

Menggunakan Kampas Rem yang Tidak Standar

Banyak pemilik mobil memilih kampas rem non-original karena harga lebih murah. Sayangnya, kualitas kampas yang kurang baik sering kali menyebabkan suara decitan saat pengereman.

Kampas Rem Mulai Habis

Pemakaian mobil dalam jarak jauh akan mengikis ketebalan kampas rem. Saat kampas sudah tipis, gesekan dengan cakram menjadi lebih keras sehingga timbul bunyi decit yang cukup mengganggu.

Pedal Rem Kurang Pelumas

Bagian pedal yang jarang diberi pelumas bisa menimbulkan gesekan keras pada mekanismenya. Akibatnya, muncul suara berdecit baik dari pedal maupun saat rem digunakan.

Kerusakan pada Piston Rem

Piston rem yang aus atau rusak dapat membuat sistem pengereman tidak bekerja optimal. Efeknya, pedal terasa berat meskipun sudah dilepas, dan muncul suara berdecit dari rem.

Baca Juga: 6 Cara Merawat Rem Mobil Toyota agar Tetap Pakem di Musim Hujan

Cara Mengatasi Rem Mobil yang Sering Berdecit

Membersihkan Bagian Cakram dan Kampas Rem

Debu, sisa gesekan, atau kotoran yang menempel bisa membuat rem berbunyi. Mekanik biasanya akan menggunakan alat pembersih khusus agar kotoran hilang tanpa merusak komponen.

Mengecek Kondisi Piringan Rem

Piringan yang tidak rata atau sudah aus sering jadi biang kerok bunyi berisik. Kalau kondisinya sudah parah, piringan lama akan diganti dengan yang baru supaya rem bisa bekerja mulus lagi tanpa suara aneh.

Mengganti Kampas Rem Lama

Kampas rem yang terlalu tipis atau tidak sesuai spesifikasi kendaraan harus segera diganti. Memasang kampas rem yang baru sesuai standar pabrikan membuat pengereman lebih pakem sekaligus menghilangkan suara decit.

Memeriksa Caliper Rem

Kalau caliper bermasalah, tekanan pada kampas bisa tidak seimbang dan menimbulkan bunyi. Mekanik akan memastikan caliper bekerja dengan baik dan menggantinya jika ditemukan kerusakan.

Cara Merawat Rem Mobil agar Tetap Optimal

Lakukan Pemeriksaan Rutin pada Rem

Jangan lupa memantau kondisi kampas rem secara berkala. Jika ketebalannya sudah berkurang, segera lakukan penggantian supaya sistem pengereman tetap aman dan responsif.

Awasi Kualitas dan Volume Minyak Rem

Pastikan minyak rem selalu berada di batas normal. Jika warnanya sudah mulai gelap atau volumenya berkurang, sebaiknya segera ditambahkan atau diganti dengan yang baru agar kinerja rem tetap maksimal.

Bunyi rem mobil berdecit sering muncul karena berbagai faktor, mulai dari kampas rem yang tipis, piringan aus, kotoran menempel, pedal kurang pelumas, hingga kebocoran oli.

Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena bisa memengaruhi kenyamanan sekaligus keselamatan berkendara.

Solusinya bisa dilakukan dengan pembersihan, penggantian kampas atau piringan, serta pemeriksaan caliper oleh teknisi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
R