Akurat Logo

Tips Merawat Baterai Kendaraan Listrik (EV) Agar Awet Bertahun-tahun

Dani Zahra | 23 Juni 2026, 15:00 WIB
Tips Merawat Baterai Kendaraan Listrik (EV) Agar Awet Bertahun-tahun
Baterai kendaraan listrik. (Canva)

AKURAT.CO Tren penggunaan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV), baik mobil maupun motor, terus meningkat pesat di Indonesia.

Salah satu komponen paling krusial sekaligus paling mahal pada kendaraan listrik adalah baterainya. Oleh karena itu, memahami panduan dasar merawat baterai kendaraan listrik menjadi hal yang wajib bagi setiap pemilik.

Baca Juga: Mayoritas Publik Dukung Kendaraan Listrik di Tengah Kenaikan Harga BBM, Asosiasi Dorong Percepatan Transisi

Sebagian besar kendaraan listrik modern menggunakan baterai berjenis Lithium-ion. Meskipun dirancang untuk bertahan lama, performa dan umur pakai baterai ini sangat bergantung pada cara pemakaian dan kebiasaan pengisian daya harian Anda.

Agar performa tetap optimal dan baterai awet hingga bertahun-tahun, simak tips perawaran esensial berikut ini!

Tips Merawat Baterai Kendaraan Listrik (EV)

1. Terapkan Aturan Emas Pengisian Daya: Batasan 20% - 80%

Baterai jenis Lithium-ion bekerja paling optimal dan memiliki tingkat stres paling rendah jika kapasitasnya dijaga di tengah-tengah.

Jangan Tunggu Kosong: Usahakan untuk segera mengisi daya saat baterai menyentuh angka 20%. Membiarkan baterai kosong total (deep discharge) dapat merusak sel baterai secara permanen.

Batasi Hingga 80%: Untuk penggunaan harian, batasi pengisian daya hingga 80%. Mengisi daya hingga 100% secara terus-menerus dapat mempercepat penuaan baterai karena suhu dan tekanan yang tinggi. Anda hanya perlu mengisi hingga 100% jika hendak melakukan perjalanan jauh.

2. Hindari Penggunaan Fast Charging Terlalu Sering

Fasilitas Ultra Fast Charging atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) arus searah (DC) memang sangat membantu di saat darurat. Namun, arus listrik tinggi yang masuk ke baterai menyebabkan suhu baterai meningkat drastis.

Gunakan pengisian daya lambat (Normal Charging/AC) di rumah untuk pengisian harian atau saat kendaraan diparkir semalaman. Ini jauh lebih ramah terhadap kesehatan jangka panjang baterai Anda.

3. Jangan Langsung Menyetrum Setelah Berkendara

Ketika kendaraan listrik baru saja digunakan, terutama untuk perjalanan jauh atau berkendara dengan kecepatan tinggi, suhu baterai akan berada dalam kondisi panas.

Biarkan kendaraan Anda "beristirahat" sekitar 30 hingga 45 menit sebelum dicolokkan ke pengisi daya. Menyetrum baterai yang masih panas akan menumpuk panas berlebih (overheating) yang mempercepat degradasi komponen di dalamnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Dani Zahra
Reporter
Dani Zahra
Dani Zahra